Ahli: EMSCulpt Tak Sebabkan Serangan Jantung

tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 22:01 WIB
Ahli: EMSCulpt Tak Sebabkan Serangan Jantung Dalam unggahan di akun instagramnya beberapa waktu lalu, Ashraf Sinclair melakukan EMSCulpt. Warganet menduga hal ini yang jadi pemicu serangan jantungnya. (Istockphoto/stevanovicigor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suami Bunga Citra Lestari (BCL) Ashraf Sinclair meninggal dunia karena serangan jantung pada Selasa (19/2). Ashraf meninggal di usia 40 tahun.

Ayah Noah Sinclair ini terkenal punya gaya hidup sehat dan rajin berolahraga, salah satunya dengan EMSCulpt. Hal ini terlihat dari unggahan di akun Instagramnya beberapa hari lalu. Netizen pun mengomentari unggahan tersebut dan menganggap itu membuatnya terkena serangan jantung.

Dokter PPDS Kedokteran Olahraga FKUI, Andhika Raspati mengungkapkan bahwa metode EMSCulpt yang dilakukan Ashraf Sinclair tidak ada hubungannya dengan penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian sang aktor.


"Kalau kita lihat dalam kasus meninggalnya Ashraf yang dikaitkan dengan EMS, itu bukan dari EMS karena EMS yang berlebihan tak ada hubungannya secara langsung dengan gangguan jantung yang bisa menyebabkan kematian," kata Andhika dikutip dari Antara.

Apa sebenarnya EMSculpt? metode itu adalah produk yang menggunakan stimulasi otot menggunakan listrik atau electric muscle stimulation (EMS).
"Sesuai namanya, EMS adalah metode di mana otot diberi rangsangan listrik dari luar sehingga bisa berkontraksi," kata dr Andhika.

Layaknya gerakan biasa, metode EMS adalah memberikan rangsangan listrik layaknya rangsangan otak pada otot untuk diterjemahkan dalam bentuk kontraksi.

"Nah ini bedanya dengan gerakan biasa, EMS menggunakan listrik dari luar."

Hanya saja, metode EMS berbahaya jika dilakukan dengan dosis yang besar. Jika rangsangan listrik yang diberikan terhadap otot terlalu banyak maka akan menyebabkan kerusakan jaringan atau sel otot.

"Hal itu dapat menimbulkan nyeri pada otot yang berkontraksi. Bila kerusakan berlangsung ekstensif atau luas maka akan menimbulkan kerusakan yang lebih berat sehingga dapat juga mempengaruhi fungsi ginjal," kata dia.
Selain itu, jika EMS diberikan dan dilakukan berlebihan maka akan terjadi abdominalisis yakni kondisi di mana sel jaringan otot pecah sehingga masuk ke dalam pembuluh darah yang akhirnya harus disaring melalui ginjal. Hal ini akan menyebabkan terganggunya kinerja ginjal.

Untuk mendapatkan tubuh ideal, Andhika menyarankan untuk mengombinasikan EMS dengan latihan fisik lainnya.

"Saya secara pribadi tak pernah menganjurkan pada pasien untuk melakukan EMS saja tanpa latihan yang lain meski EMS ini merangsang kontraksi otot tapi enggak bisa disamakan dengan latihan konvensional," katanya. (chs)