Sebab banyak orang menganggap serangan jantung dan serangan panik adalah hal yang sama. Tak mengherankan, karena keduanyanya punya gejala nyaris serupa yakni merasakan sakit pada area dada. Jadi jika jantung mulai berdetak kencang, dada sakit, dan napas Anda pendek-pendek, apakah ini tergolong serangan jantung atau panik?
Meski nyaris serupa, kedua gangguan ini memiliki proses berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan serangan jantung adalah tersumbatnya arteri koroner yang fungsinya menyalurkan darah ke jantung. Alhasil, oksigen ke jantung pun mampat dan gumpalan darah.
Kendati demikian, salah satu yang membedakan antar-keduanya adalah serangan jantung seringkali terjadi di tengah aktivitas fisik. Sedangkan serangan panik lazim ditemukan saat orang sedang beristirahat.
Selain itu, serangan panik diketahui merupakan bagian dari gangguan kecemasan atau anxiety. Dalam beberapa kasus, kondisi kecemasan akan reda dalam 10 hingga 30 menit. Tapi serangan jantung, akan dimulai dengan kondisi yang ringan hingga kemudian memburuk seiring waktu.
Untuk mengenali apakah yang Anda alami termasuk serangan jantung ataukah serangan panik, berikut beberapa perbedaan gejalanya.
Serangan Jantung
- Terdapat rasa sakit dan tekanan di dada
- Gejala muncul tiba-tiba selama atau setelah aktivitas fisik
- Nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, atau tulang belikat
- Rasa sakit dan gejala memburuk dari waktu ke waktu
- Sesak napas
- Hampir pingsan
- Berkeringat
- Mual dan muntah
Serangan Panik
- Detak jantung meningkat saat beristirahat atau aktivitas
- Serangan secara tiba-tiba atau stres dengan kecemasan ekstrem
- Rasa sakit ini membaik dari waktu ke waktu
- Gejala itu sembuh dalam 20 hingga 30 menit
- Sesak napas
- Berkeringat
- Kesemutan di tangan
[Gambas:Video CNN]
(lud/nma)