Tekanan Darah Tinggi, Perusak Organ Tubuh Manusia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 09:06 WIB
Tekanan Darah Tinggi, Perusak Organ Tubuh Manusia Ilustrasi: Tekanan darah tinggi kerapkali disebut sebagai dalang di balik kerusakan pelbagai organ tubuh. (Foto: CNN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang krusial untuk mendapat perhatian. Tekanan darah tinggi merupakan biang keladi yang menjadi perusak organ tubuh manusia mulai dari mata, jantung, ginjal, hingga otak.

Hipertensi menyebabkan kerusakan organ secara perlahan tapi pasti. Kondisi ini tak bisa disembuhkan, tetapi dapat dicegah dan agresivitasnya bisa diperlambat.

"Hipertensi adalah biang keladi, sumber malapetaka yang menyebabkan kerusakan semua organ yang punya pembuluh darah," ujar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia Tunggul D Situmorang di Jakarta beberapa waktu lalu.


Tekanan darah merupakan kekuatan sirkulasi darah pada pembuluh darah. Kondisinya dipengaruhi oleh resistensi pembuluh darah dan kerja jantung. Semakin banyak darah yang dipompa jantung dan semakin sempit pembuluh darah, maka tekanan darah akan semakin tinggi.


Tekanan darah tinggi berarti aliran darah memberikan tekanan yang lebih besar pada jantung dan dinding pembuluh darah. Tekanan tinggi ini lama-kelamaan dapat merusak seluruh pembuluh darah dan organ yang terhubung langsung dengan pembuluh darah.

"Dampaknya tidak akan terasa cepat, tapi pasti akan menimbulkan kerusakan bahkan hingga tahap terminal (parah) jika tidak ditangani," kata dokter spesialis saraf Amanda Tiksnadi.

Kondisi hipertensi seringkali asimptomatik atau tanpa gejala, karena bekerja secara perlahan. "Hipertensi muncul tanpa gejala seperti kebocoran sedikit demi sedikit dan tidak terasa. Saat kebocoran sudah besar barulah efeknya terasa dan biasanya sudah menimbulkan kerusakan organ yang parah," lanjut Amanda lagi.

Organ yang umumnya mengalami kerusakan parah adalah jantung, ginjal, mata, dan otak. Kerusakan pada organ tersebut dapat menyebabkan penyakit kronis.


Tekanan darah terbilang tinggi jika ada di atas 130/85 mmHg. Diagnosis hipertensi derajat 1 diberikan saat tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Diagnosis dilakukan saat tekanan darah bersifat menetap setelah tiga kali pemeriksaan.

Data menunjukkan, tekanan darah tinggi adalah penyebab kematian dan kesakitan utama dengan 9,4 juta kematian per tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar penderita hipertensi meningkat menjadi 34,1 persen dari 25,8 persen pada 2013.

Hanya 10 persen hipertensi yang dipicu oleh penyakit lain. Sedangkan 90 persen lainnya tidak teridentifikasi. Beberapa faktor risiko menyebabkan seseorang lebih rentan terkena hipertensi yakni keturunan atau riwayat keluarga, pertambahan usia, diabetes, obesitas, merokok, minuman keras, asupan tinggi garam, dan stres.

Tekanan darah tinggi dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat yakni makanan yang seimbang dan bernutrisi tinggi, olahraga teratur, tidak merokok, tidak minum-minuman keras, dan mengelola stres. Setiap orang dianjurkan untuk rutin memeriksa tekanan darah sebagai bentuk deteksi ini dan tidak merusak organ.

[Gambas:Video CNN]

(ptj/NMA)


BACA JUGA