Kritik Politik Lewat Goyang Samba di Brasil

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 19:11 WIB
Kritik Politik Lewat Goyang Samba di Brasil Rio Carnival di Rio de Janeiro, Brasil. (CARL DE SOUZA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kola Rio de Janeiro memulai parade karnaval tahunannya, Rio Carnival, hari Minggu (23/2) yang bakal digelar selama dua malam.

Memperebutkan gelar juara karnaval, 13 sekolah samba teratas di kota ini akan memiliki waktu masing-masing satu jam untuk memukau para penonton dan juri dengan pertunjukannya yang indah, meriah, serta rumit.

Acara ini menjadi sangat politis setelah satu tahun Bolsonaro memimpin Brasil, yang hampir memecah belah Brasil dengan serangannya atas sejumlah unsur komunitas karnaval: keragaman, homoseksualitas, lingkungan, dan seni.


Juara bertahan, Mangueira, merencanakan pertunjukan tentang Yesus kembali ke Bumi di salah satu lingkungan favela Rio yang miskin dengan "wajah hitam, darah India, dan tubuh wanita."

Pernyataannya sudah mendapat reaksi dari kelompok pendukung Bolsonaro: orang Kristen evangelis, yang mengirim sebuah petisi ke Mangueira yang menyebut pertunjukannya "penghujatan."

Mangueira memberi nama acaranya 'Kebenaran Akan Membebaskan Anda', sebuah ayat Alkitab yang ironisnya sering dikutip oleh Bolsonaro.

"Pada masa-masa ini, ketika beberapa orang memberitakan Yesus yang tidak toleran, Mangueira membawa kembali Yesus dari Injil: penuh kasih, ramah, seorang sahabat dari orang yang tertindas dan pembangun perdamaian," kata pakar teologi sayap kiri dan pendeta baptis, Henrique Vieira, yang menjadi penasehat sekolah samba untuk acaranya itu.

Sekolah paling sukses dalam sejarah kontes, Portela, akan memberikan penghormatan kepada penduduk asli Tupinamba Brasil, yang tinggal di Rio de Janeiro sebelum penjajah Portugis tiba.

Lagu samba utama mereka menampilkan kritik terselubung terhadap gelombang paling kanan Brasil.

"Komunitas kami tidak memiliki partai atau faksi, tidak memiliki uskup dan busur tanpa kapten," katanya.

Itu kemungkinan menyindir Bolsonaro, seorang pensiunan kapten tentara, dan Walikota Rio Marcelo Crivella, seorang rekan politisi sayap kanan, yang adalah seorang uskup di salah satu gereja mega evangelikal terbesar di Brasil.

Sekolah-sekolah lain telah memilih tema-tema seperti lingkungan, berita palsu dalam pemilihan presiden 2018 Brasil, dan hak-hak kulit hitam dan perempuan.

Pemotongan dana

Crivella telah secara terbuka mengkritik pesta paling terkenal di dunia itu sejak menjabat pada tahun 2016, dan terus memotong pendanaan publik tahunan yang diterima sekolah-sekolah samba terkemuka sebesar US$6,4 juta.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, sekolah-sekolah tak mendapatkan dana dari pemerintah kota.

Itu hanya menambah bahan bakar ke api politik, kata sejarawan dan ahli karnaval Luiz Antonio Simas.

"Sekolah-sekolah samba telah terjerumus ke dalam krisis keuangan ... dan karenanya mereka harus mengubah diri mereka sendiri," katanya kepada AFP.

"Sekolah-sekolah itu telah melahirkan generasi sutradara muda ... yang memiliki gagasan progresif yang sangat menarik tentang pembuatan pertunjukan karnaval yang sekaligus merupakan seni, pesta, dan politik."

Banyak yang berada di lingkungan termiskin di Rio de Janeiro, sekolah samba menghabiskan berbulan-bulan menyiapkan diri untuk karnaval, dengan bantuan ribuan pekerja dan sukarelawan.

Sekitar 70 ribu penonton diperkirakan hadir di "Sambadrome," jalan besar yang berubah menjadi stadion tempat para kelompok berparade, untuk tontonan yang dimulai pukul 21.30 setiap malam dan berlangsung hingga fajar.

Mangueira memenangkan kontes tahun lalu dengan pertunjukan politik lainnya yang menentang kediktatoran militer 1964-1985 Brasil.

Bolsonaro, seorang perwira militer pada saat itu, sering memuji rezim militer.


[Gambas:Video CNN]



(AFP/ard)