Pendapat Ahli soal Kopi Penyebab Penyakit Jantung

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 12:30 WIB
Pendapat Ahli soal Kopi Penyebab Penyakit Jantung Ilustrasi: Kopi menyimpan aneka manfaat bagi kesehatan, tapi ada pula anggapan yang mengaitkan kopi penyebab penyakit jantung. (Foto: josealbafotos/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kopi bisa jadi salah satu suntikan semangat pada pagi hari. Minuman dari si biji hitam ini juga dapat jadi kawan yang pas untuk melewati tenggat.

Setahun belakangan, peredaran kopi menjamur, tak lagi minuman buat para pecinta fanatiknya saja melainkan juga kawan ngobrol bagi siapa pun--mengingat warung dan variasi kopi kini nyaris ada di tiap tikungan. Kian dekatnya kopi dengan keseharian membuat orang berpikir tentang dampaknya bagi tubuh.

Di satu sisi, beberapa riset menyebut kafein pada kopi memberikan aneka manfaat kesehatan. Namun di sisi lain, orang menganggap kafein tidak baik buat kesehatan terutama buat jantung.


"Sementara kafein bisa memberikan dorongan secara mental maupun fisik temporer, efeknya tergantung dari seberapa banyak Anda mengonsumsi dan sumbernya," kata Stephen Juraschek, spesialis penyakit dalam di Beth Israel Medical Center, dikutip dari Harvard Health Publishing.


Kafein adalah stimulan alami. Efek utamanya pada sistem saraf pusat. Kafein bisa meningkatkan kewaspadaan dan memberikan dorongan energi saat merasa lelah.

Terdengar positif, tetapi kafein dalam dosis tinggi bisa meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah untuk sementara. Hal inilah yang membuat kafein berbahaya buat sebagian orang terutama yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Akan tetapi apakah kopi jadi penyebab penyakit jantung?

Jawabannya, tidak.

Mencari Tahu Fakta soal Kopi Penyebab Penyakit JantungIlustrasi: Riset menunjukkan minum kopi setiap hari bukan faktor yang mengakibatkan kekakuan arteri. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Beberapa studi menyangkal pertanyaan ini. Melansir dari Medical News Today, peneliti dari Queen Mary University, London menemukan orang yang minum kopi tiap hari tidak mengalami kekakuan arteri. Artinya, kopi tidak meningkatkan risiko masalah kardiovaskular.

Studi lain menganalisis lebih dari 8 ribu data partisipan melalui U.K. Biobank Imaging Study. Peneliti mengelompokkan partisipan menjadi tiga, yakni kelompok konsumen secangkir kopi per hari atau kurang, kelompok konsumen antara satu hingga 3 cangkir kopi per hari dan kelompok konsumen lebih dari 3 cangkir kopi.

Hasilnya, minum kopi dalam jumlah signifikan pun tidak memiliki efek buruk pada kesehatan arteri sehingga tidak mempengaruhi kesehatan jantung.

Sementara itu, Juraschek menyebut konsumsi kopi dan kafein tidak menimbulkan masalah kesehatan serius jika dikonsumsi dalam jumlah aman. Orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan tekanan darah terkontrol bisa mengonsumsi kafein tidak lebih dari 400 miligram per hari. Ini setara dengan 4-10 cangkir kopi hitam per hari.


"Jumlah ini dianggap aman dan tidak berhubungan dengan efek jangka panjang pada tekanan darah atau serangan jantung atau risiko stroke," jelas dia.

Buat Anda yang memiliki riwayat penyakit jantung, maka dosisnya tidak boleh lebih dari setengahnya atau kurang dari 200 miligram per hari.

Selain itu, sumber kafein juga penting diperhatikan. Sebaiknya Anda memperoleh kafein dari kopi dan teh, bukan dari soda. Kopi dan teh mengandung zat antioksidan, sedangkan soda mengandung gula dan zat yang adiktif.

[Gambas:Video CNN]

(els/NMA)