Ahli: Eks Pasien Virus Corona Masih Bisa Tularkan Penyakit

tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 14:05 WIB
Ahli: Eks Pasien Virus Corona Masih Bisa Tularkan Penyakit Ahli pernapasan China memperingatkan pasien yang sudah dinyatakan sembuh masih bisa menularkan virus corona. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ahli pernapasan China memperingatkan pasien yang sudah dinyatakan sembuh masih bisa menularkan virus corona. Zhao Jianping, kepala tim perlawanan terhadap virus corona menyebut sudah ada kasus di mana pasien masih positif virus corona dalam darahnya setelah sembuh.

"Ini berbahaya. Di mana Anda menempatkan pasien-pasien itu? Anda tidak bisa memulangkan mereka karena ada kemungkinan menulari yang lain, tetapi Anda tidak bisa menempatkan mereka di rumah sakit karena sumber daya terbatas," kata Zhao melansir dari South China Morning Post.

Dia menyarankan pasien yang dinyatakan sembuh sebaiknya melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Di sisi lain, kasus yang dihadapi Zhao mirip dengan kasus yang dihadapi ahli kesehatan di Kanada. Di Ontario, pasien yang sembuh virus corona malah hasil tesnya positif. Kevin Patterson, dokter dan penulis asal Kanada, berkata dalam beberapa kasus pasien yang sembuh dari infeksi ebola atau TBC berlanjut membawa virus atau bakteri dalam tubuh mereka. Namun kasus ini tidak menular.



"Organisme itu mati karena proses perawatan membunuh mereka. Dan jika Anda meletakkan organisme di kultur jaringan, Anda tidak bisa menumbuhkan si organisme," jelasnya.

Sebelumnya Qui Haibo dari National Health Commision mengungkapkan pasien yang sudah sembuh seharusnya tidak menulari yang lain.

Benjamin Cowling, kepala divisi epidemiologi dan biostatistik di Hong Kong University, mengatakan cara terbaik untuk memastikan kondisi pasien adalah dengan konfirmasi bahwa virus dalam tubuh sudah mati. Dia menyarankan peneliti sebaiknya mencoba mengembangkan virus pada kultur jaringan dan mengecek virus bisa menular atau tidak.

"Saat pasien sembuh, artinya tubuh mereka sudah mengalahkan virus," imbuhnya. (els/chs)