5 Cara Menjaga Anak Saat Banjir Tiba

tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 21:19 WIB
5 Cara Menjaga Anak Saat Banjir Tiba Banjir menimbulkan risiko besar untuk banyak orang termasuk anak-anak. Orang tua harus menjaga anaknya agar tak hanyut terbawa banjir. (Istockphoto/ Gruizza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (25/2) tak hanya merendam pemukiman tapi juga berisiko menelan korban jiwa. Banjir dan arus yang deras dapat membuat orang hanyut dan tenggelam. Kondisi ini rentan terjadi pada anak-anak, orang yang sakit, dan lansia.

Seperti yang terjadi pada seorang bocah di Tamansari, Jakarta Barat. Dia diduga hanyut terbawa arus banjir yang deras. Agar kejadian serupa tak terjadi, terdapat beberapa langkah menjaga anak saat banjir agar tak hanyut terbawa arus.

Tak dimungkiri, perhatian orang tua bakal terbagi antara menyelamatkan keluarga, diri, dan juga harta benda. Namun sebagai orang tua, ada beberapa cara untuk menjaga anak saat banjir.


Berikut cara menjaga anak saat banjir:

1. Beri tahu mengenai kondisi banjir


Selalu jelaskan kepada anak sudah dapat memahami kondisi atau usia di atas 5 tahun bahwa banjir sewaktu-waktu dapat terjadi. Beri penjelasan mengenai kondisi banjir misalnya, apa yang terjadi saat banjir dan apa yang harus dilakukan ketika banjir terjadi.

Dikutip dari Save the Children, jelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Pastikan pula anak tetap waspada dan tidak panik saat mendengar banjir.


2. Jangan biarkan anak bermain di banjir

Larang anak untuk berada di area banjir dan sekitarnya, apalagi sampai berenang-renang tanpa pengawasan. Beri tahu anak untuk selalu menghindari arus banjir karena berbahaya. 

Dikutip dari Nidirect, jelaskan dengan baik bahwa air dapat berbahaya sehingga lebih baik menghindarinya. Beri contoh yang jelas misalnya lubang yang tersembunyi yang dapat membuat terjatuh, aliran yang menghanyutkan, dan sengatan arus listrik.

Beri tahu pula air banjir mengandung banyak bakteri dan kuman yang dapat menimbulkan penyakit.

3. Pantau keberadaan anak setiap saat

Selalu pantau keberadaan anak saat banjir terjadi. Pastikan anak selalu berada dalam jangkauan untuk mengantisipasi bahaya yang dapat terjadi. Jangan lengah dan membiarkan anak memasuki area banjir.

Jika terpaksa meninggalkan anak seperti harus ke kamar mandi, selalu titipkan anak pada orang lain untuk menjaganya. 

4. Berikan contoh yang baik

Anak akan selalu meniru kegiatan yang dilakukan oleh orang terdekatnya. Berikan contoh yang baik kepada anak untuk menghindari dan mengantisipasi banjir.


5. Saat terjebak dalam banjir

Jika terjebak dalam genangan air, bawa anak ke tempat yang tinggi dan berpegangan pada benda yang kuat. Tenangkan anak dan pastikan untuk tidak panik. Carilah pertolongan dan tunggu hingga tim evakuasi datang.  (ptj/chs)