Skotlandia Jadi Negara Pertama yang Bakal Gratiskan Tampon

Tim, CNN Indonesia | Senin, 02/03/2020 18:08 WIB
Skotlandia baru saja menyetujui rancangan undang-undang untuk menggratiskan produk sanitasi perempuan. Pembalut bakal tersedia di sejumlah tempat umum. Ilustrasi. Skotlandia tengah merancang undang-undang yang mengatur ketersediaan pembalut secara gratis untuk perempuan. (Istockphoto/iamnoonmai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Skotlandia bakal jadi negara pertama di dunia yang menyediakan pembalut gratis untuk seluruh perempuan di negara itu. Parlemen Skotlandia baru saja menyetujui rancangan undang-undang tahap pertama yang menetapkan produk-produk sanitasi perempuan seperti tampon dan pembalut agar bisa didapatkan secara cuma-cuma.

Peraturan ini akan membuat tampon dan pembalut tersedia di tempat-tempat umum seperti pusat komunitas, klub pemuda, dan apotek. Dikutip dari The Independent, untuk memenuhi kebutuhan sanitasi ini, pemerintah Skotlandia diperkirakan bakal menganggarkan 24,1 juta poundsterling atau sekitar Rp436 juta per tahun.

Rancangan peraturan ini disetujui oleh 112 suara, satu abstain, dan tidak ada satu pun yang menentang. Saat ini, peraturan ini bakal memasuki tahap kedua.



"Ini merupakan momen penting untuk menormalkan menstruasi di Skotlandia dan mengirimkan sinyal nyata kepada orang-orang di negara ini tentang betapa seriusnya parlemen menangani kesetaraan gender," kata anggota parlemen Skotlandia yang mengusulkan aturan ini, Monica Lennon, dikutip dari US News.

Peraturan pembalut gratis ini pertama kali dicanangkan pada 2017 untuk mengentaskan kemiskinan pada perempuan dan meningkatkan kesetaraan gender.

Berdasarkan polling di Inggris, Skotlandia, dan Wales pada 2018 lalu, sebanyak 25 persen perempuan tidak bekerja atau tidak ke sekolah karena tidak bisa membeli produk sanitasi saat menstruasi.

Produk sanitasi seperti pembalut dan tampon di Inggris Raya masuk dalam kategori barang mewah yang dikenai pajak lima persen, sesuai dengan aturan dari Uni Eropa. Semenjak Inggris Raya keluar dari Uni Eropa atau Brexit, peraturan ini tak berlaku.

Di Inggris dan Wales, pembalut dan tampon gratis baru tersedia di seluruh sekolah.

[Gambas:Video CNN]

(ptj/asr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK