Fenomena Sinophobia, Saat Virus Corona Picu Diskriminasi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 14:59 WIB
Virus corona memicu fenomena sinophobia. Fenomena ini merupakan rasa takut dan panik yang memicu tindakan diskriminasi terhadap warga keturunan China. Ilustrasi. Wabah virus corona memicu munculnya fenomena sinophobia. (SONNY TUMBELAKA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah virus corona atau Covid-19 memicu fenomena sinophobia. Fenomena ini merupakan ketakutan dan kepanikan yang memicu tindakan diskriminasi terhadap warga keturunan China.

Salah satunya marak terjadi di Italia. Mengutip Aljazeera, sebagaimana dilaporkan koran Bologna Today, seorang anak laki-laki berdarah China-Italia dipukul dan ditendang pada Minggu (2/2) lalu. Sebagai keturunan China, dia dituduh membawa penyakit untuk warga Italia.

Atau, tengok pula yang dialami oleh Hongqin Zhou. Keluarga Zhou telah pindah ke Italia sejak tiga dekade silam. Namun, seorang sopir taksi asli Italia enggan membawanya karena khawatir tertular virus corona.


"Virus telah jadi pembenaran untuk mengekspresikan prasangka dan kebencian. Itu [virus corona] tak seburuk epidemi SARS pada 17 tahun lau," ujar Zhou.

Lantas, apa itu sebenarnya fenomena sinophobia?

Secara harfiah, sinophobia berasal dari gabungan dua kata yakni, 'sinae' (bahasa Latin kuno) yang berarti China dan 'phobos' (bahasa Yunani) yang berarti takut. Bila digabungkan, sinophobia berarti sentimen terhadap China, baik terhadap orangnya secara personal maupun kebudayaannya.

Sentimen ini tentu tak muncul ujug-ujug. Virus corona jadi biang keroknya.

China dituding jadi sumber penyebaran virus corona. Virus pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Hingga saat ini, asal muasal virus belum diketahui pasti.

Mengutip jurnal Made in China, Negeri Tirai Bambu itu dituduh jadi sumber virus karena kebiasaan makannya yang tidak biasa dan jauh dari kata higienis. Video seorang influencer asal China yang mengonsumsi kelelawar memperkuat dugaan tersebut.

Apa lacur, beragam fakta itu membuat banyak orang sentimen pada warga China. Lebih dari itu, sentimen juga diberikan pada warga berperawakan Asia.

Tengok saja kabar yang dilaporkan koran lokal La Nouva Sardegna di Italia. Dilaporkan seorang pria Filipina harus dilarikan ke rumah sakit karena diserang sekelompok orang. Para pengeroyok mengira pria Filipina itu merupakan warga China dan menuduhnya membawa virus corona ke Italia.

Sejak akhir Desember 2019, virus corona telah menjadi sorotan di dunia kesehatan. Hiruk pikuk virus bertahan hingga fenomena sinophobia muncul.

Hingga kini, tercatat sebanyak lebih dari 80 ribu orang terinfeksi dan sekitar 2.800 orang meninggal dunia akibatnya. Meski tak separah wabah SARS dan MERS pada beberapa tahun lalu, namun angka ini terbilang cukup besar.

[Gambas:Video CNN]

(els/asr)