Asal Usul Topeng Karnaval Venesia nan Misterius

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 13:01 WIB
Asal Usul Topeng Karnaval Venesia nan Misterius Pekerja di pabrik topeng Venesia yang berlokasi di Albania. (AFP/GENT SHKULLAKU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di sebuah studio yang sunyi di utara Albania, sekelompok pekerja terlihat dengan hati-hati melukis, menyepuh, dan menempatkan perhiasan pada puluhan ribu topeng Venesia untuk musim karnaval tahun ini.

Sekitar 50 pekerja membuat kerajinan tangan di pabrik mereka yang berada di tepi Danau Shkoder.

Pabrik ini mengekspor hingga 30 ribu topeng ke seluruh penjuru dunia setiap tahunnya.


"Pada awalnya setiap (topeng) adalah sebuah misteri, Anda harus bersabar untuk mengerjakannya, tetapi Anda tidak bisa menunggu untuk melihat produk akhir," jelas Nora Gjonaj, seorang seniman berusia 41 tahun yang telah bekerja di Venice Art Mask Factory selama dua dekade.

Topeng yang dibuat mulai dari yang berbentuk sederhana, hanya menutupi mata, hingga yang kompleks dengan hiasan kepala menjulang tinggi.

Topeng-topeng cantik ini dihargai mulai dari 20 euro (sekitar Rp308 ribu) hingga 1.500 euro (sekitar Rp23 juta) di toko.

Sementara sebagian besar topeng dijual untuk pasar Venesia - karnaval yang tiba-tiba dibatalkan tahun ini di tengah wabah virus corona - yang lain dikirim ke sekitar 40 negara lain, termasuk Perancis, AS, Inggris dan Australia.

Perusahaan juga mendapat pesanan sepanjang tahun dari mereka yang menghadiri pesta topeng, serta pembuat film dan produser teater yang mencari kostum.

Nicole Kidman dan Tom Cruise, misalnya, terkenal mengenakan dua topeng karya studio ini untuk film Stanley Kubrick berjudul Eyes Wide Shut yang tayang pada tahun 1999.

Emas, bulu dan mutiara

Studio ini didirikan pada 1997 oleh Edmond Angoni, seorang Albania berusia 64 tahun yang bekerja di Italia sebelum kembali ke rumah untuk membuka tokonya sendiri.

"Setiap topeng memiliki keindahan, sihir, dan misteri sendiri," katanya kepada AFP.

Para seniman mulai dengan membangun cetakan tanah liat yang mereka isi dengan plester untuk membuat dasar topeng.

Potongan itu kemudian dihaluskan dengan kertas pasir.

Serangkaian langkah detail lainnya mengikuti, yang menurut Angoni membedakannya dari topeng-topeng yang diproduksi secara massal.

"Kami banyak menekankan pada sisi artistik topeng, memperlakukan mereka dengan semangat dan cinta seperti karya seni," katanya.

Pabrik topeng juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang dapat melihat langsung beragam topeng ajaib, termasuk topeng mewah yang dihiasi dengan perak dan daun emas, bulu, berlian dan mutiara.

Pengunjung yang tertarik dapat membeli topeng - atau hanya mengenakannya untuk berfoto di tempat dengan biaya 3 euro (sekitar Rp46 ribu).

[Gambas:Video CNN]


(AFP/ard)