Tinta cumi dikenal juga sebagai tinta cephalopoda. Tinta ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang melindungi cumi dari predator dengan mengaburkan pandangan mereka.
Tinta ini mengandung banyak senyawa termasuk melanin, polisakarida, katekolamin, asam amino, dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bersifat antimikroba
Penelitian menunjukkan, tinta cumi memiliki sifat antimikroba. Sifat ini membuat tinta ampuh menetralkan bakteri dan virus berbahaya. Salah satunya adalah menetralkan bakteri yang menyebabkan plak gigi.
2. Bersifat antioksidan
Beberapa penelitian menemukan bahwa tinta cumi-cumi bersifat antioksidan.
Antioksidan sendiri merupakan senyawa yang ampuh melindungi tubuh dari paparan radikal bebas. Paparan radikal bebas yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan sel dan meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis seperti kanker.
Sifat antioksidan pada tinta cumi-cumi berasal dari polisakarida.
3. Mengatasi tukak lambung
Tukak lambung merupakan kondisi munculnya luka pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung.
Beberapa penelitian menemukan, tinta cumi-cuma mampu mengurangi produksi asam lambung. Tingkat asam yang rendah dapat melindungi tubuh dari tukak lambung.
Sejumlah penelitian menunjukkan, tinta cumi-cumi mengandung senyawa yang dapat menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi menjadi faktor risiko sejumlah penyakit seperti jantung dan stroke.
5. Meningkatkan kekebalan tubuh
Sebuah studi pada hewan menemukan, tinta cumi-cumi memiliki manfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara keseluruhan.
[Gambas:Video CNN]
(asr/asr)