Deretan Objek Wisata dan Festival yang 'Dibungkam' Corona

ard, CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2020 14:47 WIB
Deretan Objek Wisata dan Festival yang 'Dibungkam' Corona Pemandangan sepi di St. Mark Basilica, Venesia, Italia, akibat wabah virus corona yang membuat turis enggan berkunjung. (AP Photo/Francisco Seco)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dimulai dengan penutupan Shanghai Disney Resort, tidak lama kemudian semua taman bertema Disney di Asia ditutup karena wabah virus corona.

Ketika virus menyebar ke seluruh dunia, menginfeksi lebih dari 90 ribu orang di seluruh dunia, tempat-tempat wisata, festival, dan acara yang menarik pengunjung dari seluruh dunia merasakan dampaknya.

Pada 1 Maret, Museum Louvre di Paris mengatakan tidak akan buka dalam beberapa hari mendatang setelah lebih dari 100 kasus dikonfirmasi terpapar virus corona.


Staf dari museum seni terbesar di dunia bertemu dengan Komite Kesehatan, Keselamatan, dan Kondisi Kerja Luar Biasa pada 2 Maret untuk membahas pembukaan kembali.

Karena kasus virus corona terus dikonfirmasi setiap harinya, sepertinya bakal lebih banyak penutupan dan pembatalan yang terjadi.

Untuk informasi terbaru tentang status objek wisata, acara, dan festival, turis diminta mengunjungi situs resmi lembaga serta panitia acara atau festival.

Objek wisata

Salah satu tempat wisata paling populer di Korea Selatan, Istana Gyeongbokgung, telah menangguhkan semua tur wisata dengan pemandu "hingga pemberitahuan lebih lanjut," menurut situs web istana. Namun wisata tanpa pemandu masih diizinkan.

Di Milan, di mana perjalanan dalam beberapa hari terakhir telah dibatasi, Katedral Milan Duomo dibuka kembali untuk wisatawan pada 2 Maret "dengan pembatasan akses untuk menghindari kerumunan orang."

Katedral Milan Duomo. (AP Photo/Luca Bruno)

Tetapi Teatro alla Scala, sebuah gedung opera yang populer di kota itu, telah memutuskan untuk memperpanjang penutupannya di tengah kekhawatiran wabah virus corona.

Tokyo Skytree, tempat populer bagi turis yang baru pertama kali ke Jepang, ditutup pada 1 Maret, dengan rencana untuk membuka kembali 15 Maret "karena pertimbangan untuk kesehatan dan keselamatan para tamu dan staf kami," jelas situs web atraksi.

Taman hiburan

Ketika Shanghai Disney ditutup pada 24 Januari, pengelola belum menjelaskan informasi terkait pembukaannya kembali hingga saat ini.

Hong Kong Disneyland juga ditutup sementara tanpa informasi tanggal pembukaan kembali, sama dengan taman hiburan dan akuarium Ocean Park.

Sementara itu, di Jepang, di mana wabah telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, Tokyo Disneyland dan DisneySea ditutup dan akan dibuka kembali pada 16 Maret, dan Universal Studios telah mengumumkan akan menutup pintunya hingga 15 Maret.

Tokyo Disneyland. (YOSHIKAZU TSUNO / AFP)

Di Thailand, taman hiburan Legend Siam mengumumkan penutupannya mulai 3 Maret karena penurunan pengunjung.

Jika Anda memiliki rencana perjalanan yang berpusat di sekitar taman hiburan atau area resor, tanyakan kepada pengelola untuk informasi terbaru tentang operasi.

Museum

Beberapa museum di Milan, Venesia, dan daerah lain di Italia utara ditutup sementara dan akan dibuka kembali dengan langkah-langkah keamanan baru.

Peggy Guggenheim Collection di Venesia, misalnya, akan membatasi kunjungan kelompok besar dan meminta pengunjung "berjarak setidaknya satu meter antara satu sama lain."

Museum-museum di sekitar China sementara menutup pintu mereka karena wabah. Administrasi Warisan Budaya Nasional China (NCHA) telah meminta pengelola untuk tetap aktif di media sosial dan menawarkan layanan secara digital.

Kota Terlarang. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)

Ini termasuk Museum Istana Beijing di Kota Terlarang, yang telah ditutup sejak 25 Januari.

Beberapa museum di Jepang ditutup sementara di tengah wabah virus, seperti Museum Seni Mori, Museum Nasional Seni Modern dan Museum Nasional Kyoto, seperti yang dikutip ARTnews.

Di Korea Selatan, Museum Nasional Korea dan Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer adalah beberapa institusi nasional di negara itu yang ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Acara dan festival

Salah satu ajang maraton terbesar di dunia, Tokyo Marathon, telah digelar di tengah sepinya peserta dan kota pada 1 Maret.

Pemerintah Prancis menyatakan semua pertemuan publik lebih dari 5.000 orang dibatalkan, salah satunya Paris Marathon. Acara lari dengan peserta sekitar 40 ribu orang itu seharusnya berlangsung pada 1 Maret.

Sejauh ini, tidak ada rencana untuk membatalkan Olimpiade di Tokyo, yang akan dimulai pada 24 Juli.

Tapi ajang baseball di Jepang dimulai dengan awal yang buruk dengan dua pertandingan pertama Giants dimainkan di Tokyo Dome yang kosong.

Festival sakura di Jepang. (AFP PHOTO / FRED DUFOUR)

Gulat sumo juga terpengaruh. Pada 1 Maret, Asosiasi Sumo Jepang mengumumkan Turnamen Grand Sumo Musim Semi, acara besar yang akan dimulai pada 8 Maret, akan diadakan tanpa penonton untuk pertama kalinya dalam sejarah karena wabah virus corona.

Beberapa festival bunga sakura juga telah dibatalkan, termasuk Festival Bunga Sakura Nakameguro di Tokyo yang merupakan terbesar di Jepang.

Grand Prix Thailand mengumumkan penundaannya, dan ada spekulasi bahwa Grand Prix Vietnam tidak akan berjalan sesuai jadwal pada 5 April.

Tidak ada acara dan festival yang kebal terhadap wabah virus corona.

Beberapa artis musik telah membatalkan jadwal tur di Asia, termasuk BTS dan Green Day.

Situs web Green Day menunjukkan bahwa band berencana untuk melanjutkan tur di Moskow pada musim semi ini.


[Gambas:Video CNN]

(ard)