Penelitian dari Harvard Medical School ini menunjukkan bahwa mengubah waktu tidur dan bangun hingga 90 menit secara signifikan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung atau serangan jantung.
Studi ini mendefinisikan waktu tidur yang teratur adalah tidak memiliki perbedaan atau, setidaknya memiliki perbedaan kurang dari 30 menit selama satu pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil penelitian ini mendapati orang yang memiliki waktu tidur tidak teratur memiliki risiko penyakit kardiovaskular dua kali lipat lebih tinggi pada lima tahun ke depan dibandingkan orang yang tidur teratur setiap malam.
Alasannya, sistem kardiovaskular termasuk detak jantung, tekanan darah, dan pembuluh darah bekerja sesuai dengan ritme sirkadian untuk mempertahankan fungsi normal. Mengubah-ubah jam tidur dapat mengacaukan ritme sistem kardiovaskular dan dikaitkan dengan hipertensi dan resistansi insulin atau diabetes.
"Semakin banyak Anda tidur secara tidak teratur, semakin tinggi risiko yang Anda miliki," kata pemimpin studi Tianyi Huang dikutip dari CNN.
Lihat juga:5 Cara Efektif Tertidur dalam 2 Menit |
Hubungan tidur teratur dengan penyakit kardiovaskular tetap kuat bahkan setelah mengendalikan faktor risiko seperti kolesterol, tekanan darah.
Peneliti menyimpulkan tidur dapat menjadi faktor risiko baru untuk penyakit kardiovaskular.
"Tidur yang tidak teratur dapat menjadi faktor risiko kardiovaskular baru dan independen," tutur Huang.
[Gambas:Video CNN] (ptj/nma)