Cara Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak

Tim, CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 06:05 WIB
Orang tua bisa memanfaatkan momen isolasi diri untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak. Ilustrasi. Orang tua bisa memanfaatkan momen isolasi diri untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak. (Istockphoto/ Fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivitas bekerja dan belajar kini dialihkan ke rumah untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona (Covid-19). Alhasil, orang tua menghabiskan waktu satu hari penuh bersama anak di rumah. Manfaatkan momen ini untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak.

Tanggung jawab pada anak dapat ditanamkan melalui kegiatan sederhana di rumah. Tanggung jawab merupakan nilai penting yang mesti ditanamkan pada anak sejak dini.

"Ketika si kecil sudah dapat bertanggung jawab, artinya ia sudah dapat membedakan mana tindakan yang baik dan kurang baik. Nantinya, ia dapat menentukan keputusannya sendiri dengan lebih bijak," kata Psikolog RS Pondok Indah - Bintaro Jaya Jane Cindy Linardy, dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (3/4).


Jane menjelaskan, nilai tanggung jawab pada anak dapat bermanfaat untuk melatih daya juang, kemampuan memecahkan masalah, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak.

1. Mendampingi dan mengarahkan anak
Jane menjelaskan, anak sudah bisa diajarkan tanggung jawab sejak kecil. Mereka sudah bisa membuat keputusan, misalnya jenis mainan yang diinginkan, pakaian atau sepatu yang akan dipakai, hingga jenis makanan yang diinginkan.

Peran orang tua adalah mendampingi anak untuk menentukan keputusan sejak kecil. Orang tua mesti mengarahkan anak untuk dapat mengambil keputusan yang tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan menjelaskan situasi serta untung dan rugi terhadap keputusan yang diambil.

Misalnya pada pemilihan pakaian, coba jelaskan situasi atau cuaca yang akan dihadapi. Ketika di rumah, dibutuhkan pakaian yang nyaman dan leluasa untuk bergerak.

"Dengan itu, anak dapat bertanggung jawab dan menyesuaikan keputusannya dengan kondisi atau situasi yang akan dihadapinya," kata Jane.

2. Mengurangi peran orang tua
Sejak umur 2-3 tahun, anak dapat dilatih untuk bertanggung jawab. Misalnya, dengan merapikan mainan setelah bermain.

Pada tahap awal, Jane menyarankan orang tua ikut membantu anak untuk merapikan mainan. Setelah anak terbiasa, kurangi peran orang tua secara perlahan agar anak dapat merapikan semua permainannya sendiri. Hal ini juga berlaku saat mengajarkan anak merapikan barang pribadi, meletakkan pakaian kotor pada tempatnya, hingga membuang sampah pada tempatnya.

3. Beri pujian
Selalu beri apresiasi berupa pujian pada anak setelah mereka berhasil menuntaskan tanggung jawabnya sendiri. Pujian dapat membuat anak merasa senang dan termotivasi untuk terus melakukan hal baik.

4. Meningkatkan peran anak
Jane menjelaskan, peran dan tanggung jawab anak di rumah juga mesti ditingkatkan secara bertahap. Setelah anak bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan barang-barang pribadi, mereka juga bisa diajarkan untuk bertanggung jawab pada sesuatu yang lebih besar.

Misalnya, membantu mencuci piring kotor, mengelap meja makan, dan menyiapkan makanan untuk seluruh anggota keluarga, dan merawat hewan peliharaan.

5. Beri contoh langsung
Saat mengajarkan tanggung jawab, Jane mengatakan, orang tua harus memberi contoh secara langsung. Misalnya, saat belajar atau mengerjakan tugas, maka orang tua bisa menyiapkan waktu untuk melakukan hal tersebut bersama-sama. Orang tua dengan bekerja dan anak sambil belajar.

"Melalui aktivitas ini, anak dapat belajar secara langsung dari contoh konkret yang dipraktikkan oleh orang tua. Aktivitas lainnya juga dapat dilakukan, misalnya bersama-sama merapikan dan membersihkan rumah sebagai bagian dari tanggung jawab sehari-hari," tutur Jane.

6. Selalu evaluasi
Selalu perhatikan pertumbuhan tanggung jawab anak. Jika rasa tanggung jawab belum muncul, evaluasi kembali pola asuh Anda.

"Anda perlu merefleksikan kembali pola asuh yang diterapkan, apakah selama ini masih terlalu banyak in charge atau mengambil alih semua tanggung jawab anak atau tidak," ucap Jane.

Coba kembali untuk menanamkan tanggung jawab pada anak dengan pola komunikasi yang baik.

[Gambas:Video CNN]

(ptj/asr)