Survei: Penduduk Indonesia Kangen Wisata ke Pantai

CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 13:00 WIB
Selain pantai, pembaca CNNIndonesia.com juga mengaku sangat rindu melancong ke gunung, taman hiburan, dan museum. Pemandangan sunset di Pantai Sunari, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa minggu setelah pemerintah Indonesia menganjurkan penduduknya untuk berdiam di rumah demi mengurangi penyebaran virus corona COVID-19, ternyata berlibur ke kawasan pantai paling dirindukan sebagian besar orang saat ini.

Liburan ke pantai amat sangat dirindukan oleh 48 persen pembaca CNNIndonesia.com dari total 1.733 suara yang masuk dalam polling yang dihelat di Twitter pada Jumat (3/4).

Sejumlah netizen mengaku kangen berwisata di pantai-pantai Indonesia, mulai dari Ancol, Canggu, Gili Trawangan, sampai Raja Ampat.


Dari sekadar bermain air atau piknik, sampai snorkeling dan berpesta di beach club di pinggiran pantai bakal menjadi kegiatan utama yang dilakukan mereka usai pandemi corona berakhir.

Selain pantai, sebanyak 27,9 persen pembaca CNNIndonesia.com juga mengaku sudah tidak sabar untuk menjelajah gunung dan taman nasional.

Walau banyak yang merasa kalau kegiatan eksplorasi alam liar itu melelahkan, namun ternyata banyak yang mengaku rindu dengan suasana tersebut.

Selain menikmati hawa yang sejuk dan teduh serta pemandangan nan indah, wisata di gunung atau taman nasional juga dirasa mampu mengasah rasa kebersamaan, terutama jika melakukannya bersama keluarga, pasangan, atau kawan.

"Ketinggian, sambil ngopi dan nikmatin alam," tulis netizen @fiezhma.

"Gunung, kangen banget suasana pas naik, banyak yang ngeluh capek banget, sampe ada yang pucet hahaha..." tulis @02sobat.

Pembaca CNNIndonesia.com juga ada yang memilih untuk langsung mendatangi taman hiburan (sebanyak 18,1 persen) dan museum (6 persen) jika kondisi telah kembali normal.

Menantang adrenaline dengan naik beragam wahana permainan yang ekstrem seperti rollercoaster mungkin menjadi pilihan mereka untuk mengekspresikan diri setelah suntuk berminggu-minggu diharuskan bekerja dari rumah.

Sementara yang memilih kunjungan museum mengaku merasa kangen dengan acara-acara menarik yang sering digelar banyak galeri seni di Indonesia, mulai dari walking tour sampai workshop.



Apapun destinasi wisata yang dituju, sudah pasti bakal banyak perubahan di industri pariwisata setelah pandemi corona berakhir.

"Orang-orang masih ingin bepergian, tetapi mereka tentu akan jauh lebih berhati-hati," kata Adam Blake, seorang profesor ekonomi dan kepala penelitian di Departemen Pariwisata dan Perhotelan di Universitas Bournemouth di Inggris, seperti yang dikutip dari CNN Travel pada Rabu (1/4).

"Para pelancong juga bakal lebih serius menyiapkan kondisi fisik dan mentalnya sebelum bepergian."

Selain turis yang jadi lebih waspada, pengelola layanan dan tempat wisata, seperti maskapai penerbangan, hotel, dan taman hiburan, juga sudah pasti bakal lebih banyak persiapan, salah satunya urusan kebersihan.

Kemungkinan perubahan yang kedua ialah suasana berwisata jauh bakal lebih sepi dan cenderung tenang, sehingga tak tampak lagi kerumunan wisatawan di suatu kawasan.

Hal ini tentu saja berdampak baik bagi sebuah destinasi yang sebelum corona mungkin dilanda isu isu kelestarian lingkungan dan overtourism (serbuan turis), seperti di Barcelona, Venice, Paris, Phuket, dan Bali.

Bagi yang sudah tak sabar lagi untuk liburan, sepertinya masa karantina mandiri ini bisa dijadikan momen untuk menabung sembari mengumpulkan banyak informasi untuk melakukan perjalanan wisata yang lebih berfaedah, baik untuk diri sendiri serta masyarakat lokal di destinasi tujuan nanti.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)