Itaewon, Kawasan Kongko 'Melting Pot' di Korea Selatan

CNN Indonesia | Jumat, 10/04/2020 11:39 WIB
Itaewon, Kawasan Kongko 'Melting Pot' di Korea Selatan Gemerlap malam di Itaewon. (IStockphoto/Peacefoo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jauh sebelum serial drama Itaewon Class tayang di Netflix, nama Itaewon sudah lama populer sebagai salah satu kawasan hiburan malam di Seoul, Korea Selatan.

Kawasan ini berupa jalanan berbentuk gang-gang kecil yang dipenuhi restoran, kafe, bar, tempat belanja, sampai kelab malam.

Itaewon adalah zona wisata khusus pertama di Seoul, yang ditetapkan pada tahun 1997.


Karena kedekatannya dengan Pangkalan Militer AS Yongsan Garrison di barat, kawasan ini ramai dikunjungi ekspatriat.

Nama Itaewon semakin terkenal di kalangan ekspatriat pada 1980-an, ketika Korea menjadi tuan rumah Seoul Asian Games 1986 dan Olimpiade Seoul 1988, serta banyak konferensi internasional.

Hingga saat ini ada lebih dari 20 ribu ekspatriat yang bermukim di Itaewon, sehingga perbincangan dengan beragam bahasa dan wajah berbagai rupa sudah tak asing lagi di sini.

Dengan sekitar 2.000 toko yang berjejer di sepanjang jalan, turis dapat merasakan suasana multikultural bak melting pot di Itaewon.

Silakan langkahkan kaki di World Food Street, di mana terdapat 40 restoran yang sebagian besar dioperasikan oleh ekspatriat, mulai dari Asia sampai Eropa.

Pemandangan sekelompok turis asal Eropa atau Amerika yang sedang asyik minum soju atau turis berjilbab yang baru keluar restoran halal adalah hal biasa di sini.

Tak hanya bar atau kelab malam, di sini juga banyak kedai kopi dan restoran Korea independen yang populer.

Sembari duduk di meja yang menghadap ke jalanan, kita bisa melihat kaum hipster Korea yang hilir mudik dengan fesyen terkini.

Itaewon sering menggelar festival tahunan yang seru, salah satunya Itaewon Global Village Festival yang diadakan setiap Oktober, adalah festival yang terkenal.

Taman Namsan. (iStockphoto/khanh_tran)

Selain bisa makan dan minum, turis juga bisa berkunjung ke Antique Furniture Street. Di sini ada lebih dari 100 toko yang menjual furnitur dan barang antik membentang dari Hamilton Hotel menuju Bogwang-ro.

Hamilton Hotel juga merupakan salah satu ikon Itaewon yang juga masih beroperasi hingga sekarang.

Di atapnya ada kolam renang terbuka yang kerap menjadi lokasi pesta meriah.

Itaewon memang cocok menjadi destinasi kuliner dan belanja, namun turis juga bisa mengunjungi Leeum, Samsung Museum of Art dan Masjid Itaewon.

Masjid Itaewon merupakan masjid pertama dan terbesar di Seoul.

Untuk yang ingin menikmati pemandangan Itaewon dari ketinggian, silakan mendaki perbukitan yang bisa didatangi hanya beberapa langkah dari stasiun kereta.

Ikuti jalur pendakian di dekat Stasiun Hangangjin dan naiki tangga kayu menuju Grand Hyatt untuk pemandangan menakjubkan yang menghadap ke Namsan Tower, Itaewon-dong, Hannam-dong, Gangnam, dan Sungai Hangang.

Dari sana, turis juga dapat mengunjungi Taman Namsan, dengan ratusan jalan setapak menuju Namsan Tower.

Bagi yang ingin ke Itaewon, silakan naik kereta dan turun di Stasiun Itaewon, Stasisun Noksapyeong, atau Stasiun Hangangjin (Seoul Subway Line 6).

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]