Adaptasi Tukang Cukur Kosovo di Tengah Wabah Corona

tim, CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2020 11:36 WIB
Kosovo hairdresser Driton Kameri (R) wears a facemask as he cuts the hair of a client in his garden on March 30, 2020 in Pristina during the time of COVID-19 pandemic. - In Pristina, a barber is defying coronavirus edits, such as the ban on opening non-essential shops, to practice his art in the open air, but not without first spraying his customers with disinfectant from head to toe. (Photo by Armend NIMANI / AFP) Dilengkapi dengan masker, sarung tangan, dan tangki semprotan desinfektan, seorang tukang cukur Pristina yang populer menemukan caranya untuk tetap melayani pelanggannya yang ingin mencukur rambut.(Armend NIMANI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dilengkapi dengan masker, sarung tangan, dan tangki semprotan desinfektan, seorang tukang cukur Pristina yang populer menemukan caranya untuk tetap melayani pelanggannya yang ingin mencukur rambut.

"Orang-orang membutuhkan," kata Driton Kameri, 33 tahun dengan janggut dan fedora yang berantakan setelah bersiap untuk salah satu kunjungan rumahnya.

"Anda dapat meminta penata rambut untuk menutup tokonya tetapi Anda tidak dapat memerintahkan rambut untuk tidak tumbuh. Itu perlu dipotong secara teratur," tambahnya.


Seperti kebanyakan bisnis lain di Pristina, salon rambut Kameri ditutup dengan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona di Kosovo. Di sana, ada enam orang telah meninggal dan lebih dari 200 terinfeksi.



Atas nama profesionalitas untuk menjaga penampilan, Kameri telah memutuskan untuk menyelamatkan pelanggannya dari upaya untuk momotong rambut mereka sendiri di rumah. Namun dia melakukan serangkaian adaptasi untuk tetap menjaga diri dan pelanggannya tetap sehat.

Sekarang dia melakukan panggilan ke rumah - dan dia melakukan pemangkasan di luar ruangan untuk meminimalkan risiko.

"Saya tidak akan pergi ke mana pun tanpa disinfektan, masker wajah dan sarung tangan saya. Sebelum saya mengambil gunting dan sisir, saya mendisinfeksi klien saya sepenuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki," katanya kepada AFP.

Layanan potong rambut Kameri dibanderol 5,50 euro. Namun dia memberikannya secara gratis kepada orang-orang tak mampu.

Hanya saja, layanan potong rambut yang dilakukannya ini juga mendapat tentangan. Seorang pejabat kesehatan setempat mengatakan dia tidak bisa memaafkan model bisnis baru Kameri mengingat ada perintah tinggal di rumah.


Tapi tukang cukur itu menegaskan kunjungannya juga merupakan cara untuk meringankan waktu yang suram selama karantina dan penggemar online menyambut upaya itu.

"Saya melakukannya untuk orang-orang yang tidak berani meninggalkan rumah, tetapi juga untuk bersenang-senang," kata Kameri.

"Kita harus sedikit bersantai dalam situasi yang menyedihkan ini." (chs)

[Gambas:Video CNN]