Pandemi Corona, Penjualan Sex Toys Melonjak di New York

tim, CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 22:11 WIB
Physical distancing menyebabkan warga New York beralih ke sex toys. Bahkan alat bantu seks ini dianggap sebagai pasangan seks yang paling aman. Physical distancing menyebabkan warga New York beralih ke sex toys. Bahkan alat bantu seks ini dianggap sebagai pasangan seks yang paling aman.(Istockphoto/KAZITAFAHNIZEER)
Jakarta, CNN Indonesia -- Social distancing yang kini disebut sebagai physical distancing yang dilakukan demi menurunkan angka infeksi akibat virus corona tak ayal membuat pasangan suami istri tak dianjurkan untuk berhubungan seksual.

Hal ini menyebabkan warga New York beralih ke sex toys. Bahkan alat bantu seks ini dianggap sebagai pasangan seks yang paling aman.

Di masa pandemi saat ini industri sex toys berkembang pesat. Mengutip Mashable, situs mainan seks Adam & Eve mengaku mengalami lonjakan penjualan lebih dari 30 persen setiap hari selama seminggu terakhir. Bahkan penjualannya melebihi angka penjualan 2019.


Selain Adam & Eve, penjual sex toys lainnya, Emojibator mengungkapkan ada peningkatan 225 persen dalam keseluruhan penjualan baik grosir, toko online, atau belanja online. Penjualan toko online bahkan meningkat sampai 345 persen.

"Permintaan produk kami melonjak pekan lalu, karena orang melakukan aktivitas favorit mereka di rumah bersama coronamania," kata salah satu pendiri Emojibator dan CMO Kristin Fretz.


Berbeda dengan yang lainnya, produsen alat bantu seksual Dame Products melaporkan kenaikan penjualan 30 persen sejak Februari. Lonjakan ini khususnya berada di kota besar seperti New York dan Los Angeles.

"Begitu banyak aspek kehidupan kita sehari-hari yang membuat kita merasa manusia tidak dapat diakses saat ini," Alexandra Fine, CEO dan salah satu pendiri Dame.

"Melakukan hal yang menyenangkan benar-benar cara yang bagus untuk merasa hidup dalam periode waktu yang aneh ini." (chs)

[Gambas:Video CNN]