Studi: Bayi Kelahiran Caesar Berisiko Obesitas dan Diabetes

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2020 06:26 WIB
ilustrasi bayi Ilustrasi: Studi yang terbit pekan ini menunjukkan, bayi dari kelahiran caesar memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas dan diabetes tipe 2. (Foto: Istockphoto / Simon Dannhauer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses persalinan caesar dikenal membawa konsekuensi yang berdampak panjang. Studi baru-baru ini menemukan proses kelahiran caesar meningkatkan risiko bayi mengalami obesitas dan diabetes tipe 2.

Riset yang melibatkan 3.000 perempuan Amerika Serikat tersebut telah dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open. Para perempuan tersebut terlebih dulu dicek riwayat kesehatannya, termasuk juga terkait proses kelahiran.

Hasilnya, mereka yang melahirkan dengan caesar akan memunculkan risiko obesitas 11 persen lebih tinggi ketika bayi dewasa dan 46 persen lebih berisiko terkena diabetes tipe 2 dibanding persalinan normal.


"Perempuan tak perlu khawatir ketika harus melahirkan dengan operasi caesar, tapi jika memang itu betul dibutuhkan. Meskipun studi ini artinya menambah deret bukti betapa menyakitkannya efek persalinan caesar," tutur Andrew Shennan, profesor spesialis obstetri i Kings College London yang tak tergabung dalam penelitian tersebut.


Sementara studi lain mengaitkan dampak persalinan caesar dengan peningkatan risiko obesitas semasa kanak-kanak. Ini adalah penelitian pertama yang melacak dampak kesehatan di kemudian hari dengan partisipan para perempuan kelahiran 1946-1964.

Penelitian itu juga yang pertama kali menghubungkan dampak caesar dengan risiko diabetes tipe 2.

Selama ini, persalinan caesar perlu ditempuh hanya dalam kondisi tertentu atau khusus. Artinya, langkah tersebut demi menghindari persalinan normal yang lebih berisiko bagi ibu maupun bayi.

Namun begitu studi juga menemukan, ada persalinan caesar yang dipraktikkan pada kehamilan minim risiko alias sebenarnya masih bisa dilakukan dengan kelahiran normal.


Akan tetapi, konsekuensi akan kelahiran caesar selama ini belum dipahami masyarakat. Studi menyebut ada bukti yang terus berkembang yang menunjukkan ada perbedaan mikroflora usus pada bayi yang lahir caesar dengan yang lahir normal.

Bayi yang lahir caesar memiliki mikroflora usus lebih sedikit dibanding bayi yang lahir normal. Bayi yang lahir normal memperoleh mikroflora usus saat proses persalinan. Sedangkan bayi caesar memperoleh mikroflora dari lingkungan dan jumlah mikroflora yang melindungi dari obesitas pun lebih sedikit.

"Kita tahu perbedaan ini bisa terus diamati pada bayi dan anak-anak tetapi apa perbedaan ini bertahan sepanjang hidup atau mampu memprogram ulang bagaimana individu memetabolisme makanan tidak diketahui," kata salah satu penulis studi, Jorge Chavaro dikutip dari CNN. (els/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK