Usia dan Penyakit Penyerta Tingkatkan Risiko Kematian Corona

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 11/03/2020 08:43 WIB
Studi di China menemukan, infeksi virus corona berdampak lebih buruk pada lansia serta mereka dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan jantung. Ilustrasi. Studi di China menemukan, infeksi virus corona berdampak lebih buruk pada lansia serta mereka dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan jantung. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bayang-bayang kematian menghantui mereka yang terkena infeksi virus corona di usia lanjut atau menunjukkan masalah pembekuan darah (sepsis). Temuan ini merupakan hasil studi pada kelompok kecil orang yang terinfeksi virus corona.

Wabah Covid-19 berawal dari Wuhan, China. Di masa-masa awal penyebaran, ada dua rumah sakit yang ditunjuk untuk merawat pasien Covid-19. Hingga 31 Januari 2020, sebanyak 191 orang telah dirawat. Ada yang dipulangkan, ada pula yang tak terselamatkan.

Bin Cao, ahli kesehatan dari China-Japan Friendship Hospital dan Capital Medical University berusaha mengidentifikasi kasus-kasus awal tersebut. Bin Cao bersama rekan-rekan mencari pola dari karakteristik mereka yang selamat dan yang tidak.


Rata-rata pasien berusia 56 tahun dengan 62 persen di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Separuh dari mereka memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes.

Dari 191 pasien, sebanyak 137 dipulangkan dan 54 lainnya meninggal dunia. Rata-rata orang yang dipulangkan menjalani perawatan selama 22 hari di rumah sakit. Sedangkan mereka yang tidak selamat rata-rata dirawat selama 18,5 hari setelah gejala mulai muncul.

Kasus kematian dialami pasien yang memiliki diabetes atau penyakit jantung koroner. Mereka yang usia lanjut lebih berisiko meninggal karena menunjukkan tanda sepsis. Lebih dari separuh yang dirawat di rumah sakit akibat virus corona mengalami sepsis.

"Kondisi yang lebih buruk pada orang berusia lanjut mungkin disebabkan oleh lemahnya sistem kekebalan tubuh yang berkaitan dengan usia dan peningkatan peradangan," ujar salah satu penulis studi, Zhibo Liu dari Jinyintan Hospital, mengutip New Scientist. Peradangan dapat meningkatkan replikasi virus dan mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada jantung, otak, dan organ penting lainnya.

Hingga saat ini, virus corona telah menyebar hingga ke lebih dari 100 negara lain, termasuk Indonesia. Hingga saat ini, tercatat 27 kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia, sebanyak empat di antaranya Warga Negara Asing (WNA).

[Gambas:Video CNN]

(els/asr)