Sebagaimana didefinisikan oleh Carl Jung, introvert cenderung lebih bahagia dalam dunianya sendiri. Energi mereka terpancar saat berada seorang diri atau berada di kelompok kecil pertemanan dekatnya.
Sementara di sisi lain, ekstrovert lebih banyak berbicara, antusias, dan senang bergaul. Energi mereka memancar saat berada di tengah kelompok sosial yang besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pandemi Covid-19 membuat masyarakat 'terpaksa' mengikuti kehidupan ala kaum introvert. Kondisi saat ini, kata Zayas, membuat para introvert tak lagi harus memaksa diri mereka untuk menjadi seorang ekstrovert di tengah masyarakat.
Berikut beberapa panduan untuk para introvert saat menjalani hari-hari di masa physical distancing.
1. Manfaatkan kesempatan
Zayas mengatakan, jika para introvert dapat mengatasi kekhawatiran mereka akan pandemi dengan bersikap optimistis atau menerima kenyataan yang terjadi, mereka dapat menikmati kesempatan untuk menyendiri ini.
Gunakan waktu untuk membaca buku, menulis catatan harian, atau apa pun yang menjadi hobi Anda. Berikan perhatian penuh pada hobi di masa physical distancing ini.
"Memiliki waktu jeda dari aktivitas, menyendiri dan memisahkan diri dari 'dunia' punya manfaat yang baik. Sebagian besar dari kita membutuhkan waktu merefleksikan hidup, menjadi diri sendiri, dan memberi waktu untuk otak dalam memproses rangkaian peristiwa yang terjadi sebelumnya," kata Zayas.
2. Jangan terlena dengan kesendirian
Meski masa physical distancing ibarat mimpi indah bagi para introvert, namun jangan sampai terlena dengan kesendirian. Anda juga harus mencari cara untuk tetap terhubung.
Psikolog Amalia Londono Tobon menyarankan Anda untuk keluar dari kamar dan menyempatkan diri untuk berbincang bersama keluarga, teman, atau pasangan di rumah. Manfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri dengan orang-orang terdekat.
"Anda harus tetap terhubung. Anda bisa menghubungi teman-teman terdekat Anda atau apa pun," ujar Londono Tobon. (asr/asr)