Panduan Menjalani Physical Distancing bagi Kaum Introvert

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2020 07:52 WIB
Ilustrasi Wanita Bepergian Sendiri Ilustrasi. Masa physical distancing untuk menekan penyebaran virus corona ibarat 'mimpi indah' bagi para kaum introvert. (HebiFot/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat ini, mungkin miliaran orang di dunia tengah bertahan untuk terus berada di dalam rumah demi menekan penyebaran virus corona. Sebagian merasa gelisah, sebagian lain justru menikmati. Ya, orang dengan kepribadian introvert memang secara alami telah 'dipersiapkan' untuk masa physical distancing sepanjang hidup mereka.

Sebagaimana didefinisikan oleh Carl Jung, introvert cenderung lebih bahagia dalam dunianya sendiri. Energi mereka terpancar saat berada seorang diri atau berada di kelompok kecil pertemanan dekatnya.

Sementara di sisi lain, ekstrovert lebih banyak berbicara, antusias, dan senang bergaul. Energi mereka memancar saat berada di tengah kelompok sosial yang besar.


"Budaya kita mendukung ekstroversi. Banyak introvert berusaha menjadi ekstrovert agar bisa dihargai di tengah masyarakat," ujar psikolog Vivian Zayas, melansir CNN.

Saat ini, pandemi Covid-19 membuat masyarakat 'terpaksa' mengikuti kehidupan ala kaum introvert. Kondisi saat ini, kata Zayas, membuat para introvert tak lagi harus memaksa diri mereka untuk menjadi seorang ekstrovert di tengah masyarakat.

Berikut beberapa panduan untuk para introvert saat menjalani hari-hari di masa physical distancing.

1. Manfaatkan kesempatan
Zayas mengatakan, jika para introvert dapat mengatasi kekhawatiran mereka akan pandemi dengan bersikap optimistis atau menerima kenyataan yang terjadi, mereka dapat menikmati kesempatan untuk menyendiri ini.

Tak ada lagi jadwal yang sibuk. Tak ada pula keharusan untuk berbasa-basi dengan orang lain. Sekarang adalah saatnya Anda menikmati momen-momen yang dirindukan.

Gunakan waktu untuk membaca buku, menulis catatan harian, atau apa pun yang menjadi hobi Anda. Berikan perhatian penuh pada hobi di masa physical distancing ini.

"Memiliki waktu jeda dari aktivitas, menyendiri dan memisahkan diri dari 'dunia' punya manfaat yang baik. Sebagian besar dari kita membutuhkan waktu merefleksikan hidup, menjadi diri sendiri, dan memberi waktu untuk otak dalam memproses rangkaian peristiwa yang terjadi sebelumnya," kata Zayas.

2. Jangan terlena dengan kesendirian
Meski masa physical distancing ibarat mimpi indah bagi para introvert, namun jangan sampai terlena dengan kesendirian. Anda juga harus mencari cara untuk tetap terhubung.

Sebagaimana diketahui, introvert bukan berarti terus menerus hidup dalam kesendirian. Introvert juga tetap membutuhkan orang lain dalam interaksi.

Psikolog Amalia Londono Tobon menyarankan Anda untuk keluar dari kamar dan menyempatkan diri untuk berbincang bersama keluarga, teman, atau pasangan di rumah. Manfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri dengan orang-orang terdekat.

"Anda harus tetap terhubung. Anda bisa menghubungi teman-teman terdekat Anda atau apa pun," ujar Londono Tobon. (asr/asr)

[Gambas:Video CNN]