Mengenal Tumor Neuroendokrin yang Diderita Irrfan Khan

tim, CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2020 17:58 WIB
iRRFAN kHAN Dalam riwayat kesehatannya, Aktor Bollywoord Irrfan Khan diketahui mengidap tumor neuroendokrin sejak 2018. Apa sebenarnya tumor neuroendokrin. (dok. imdb.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor Bollywoord Irrfan Khan meninggal dunia pada usia 53 tahun pada Rabu (29/4). Dalam riwayat kesehatannya, dia diketahui mengidap tumor neuroendokrin sejak 2018.

Aktor yang pernah bermain dalam film Slumdog Millionaire, Life of Pi, dan The Amazing Spider-Man disebut sempat dirawat di rumah sakit di Mumbai, India dengan infeksi usus besar pada awal pekan ini.  

Tumor neuroendokrin merupakan kondisi tak normal dari sel neuroendokrin yang tersebar luas di seluruh tubuh seperti perut, usus dan paru-paru. Normalnya sel neuroendokrin (NET) menghasilkan hormon dalam tubuh manusia untuk mengendalikan pertumbuhan rambut, dorongan seks dan suasana hati.
 
Tumor ini bisa bersifat yaitu kanker dan jinak. Tumor kanker sendiri bersifat ganas yang artinya dapat tumbuh dan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Sedangkan jenis tumor jinak berarti tumor bisa tumbuh tetapi tidak akan menyebar.


Tidak seperti tumor pada umumnya, tumor neuroendokrin tumbuh lambat dan membutuhkan waktu selama bertahun-tahun. Seringkali tumor ini bisa hilang atau mengecil setelah mendapat berbagai perawatan seperti terapi.

Ada banyak jenis NET dan biasanya dinamai sesuai dengan jenis sel tempat mereka tumbuh atau hormon yang mereka buat.

Irrfan Khan meninggal duniaFoto: Instagram/irrfan
Irrfan Khan meninggal dunia


Pertama, jenis tumor karsinoid biasanya tubuh dalam sel-sel pada sistem pencernaan seperti perut, usus kecil, usus buntu dan dubur. Biasanya juga dapat ditemukan di dalam paru-paru atau organ kecil yang berada di belakang tulang dada atau yang disebut timus. Bahkan NET juga dapat berkembang biak di pankreas, ginjal, ovarium atau testis.

Tumor ini dapat melepaskan berbagai jenis hormon yang dapat memengaruhi perasaan penderitanya. Dokter menyebutnya dengan sindrom carcinoid. Dan yang terakhir NET pankreas, biasanya tumor tumbuh dalam pankreas.

Dilansir Webmd, sebagian dokter atau penelitian belum mengetahui penyebab pasti tumor neuroendokrin. Namun seseorang berisiko menderita penyakit ini karena memiliki penyakit bawaan atau penyakit turunan dari keluarga, seperti multi endokrin tipe neoplasia 1 (tumor dalam pankreas atau organ lain),  neurofibromatosis tipe 1 (tumor pada kelenjar adrenalin) dan sindrom Von Hippel-Lindau (tumor pada bagian organ tertentu)


 
Gejala Penderita Tumor Neuroendokrin
Pada tahap awal, NET biasanya tidak menimbulkan gejala berarti. Penyakit hanya bisa dideteksi menggunakan X-Ray atau operasi untuk kondisi lain.

Penderita tumor neuroendrokrin akan merasakan gejala tergantung pada jenis tumor yang dimiliki dan tumbuh pada organ tubuh. Namun gejala umum yang dirasakan penderita NET adalah kelelahan, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan tanpa diketahui sebabnya.

1. Gejala NET berdasarkan ukuran atau lokasi tumor tumbuh
- Muncul rasa nyeri secara terus-menerus di area tertentu.  
- Timbul benjolan di bagian tubuh
- Mual dan muntah
- Batuk atau suara serak yang tidak kunjung hilang

2. Gejala NET pada Hormon
- Diare
- Wajah memerah dan biasanya tanpa berkeringat
- Hiperglikemia atau kadar gula darah terlalu tinggi.
- Hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah.
- Sakit pada tukak lambung
- Munculnya ruam kulit
- Rasa bingung
- Merasa gelisah

Pengobatan Tumor Neuroendokrin
Penyakit ini bisa disembuhkan dengan berbagai macam pengobatan. Dokter bisa mengobati NET dengan operasi, radiasi, kemoterapi dan obat-obatan tergantung dengan jenis tumornya.

1. Operasi
Perawatan ini merupakan salah satu perawatan paling umum dilakukan dokter untuk pasien tumor neuroendokrin. Tindakan operasi dapat menghilangkan tumor dan mencegah penyebarannya.

2. Radiofrekuensi Ablasi
Dokter akan mengambil perawatan ini apabila ditemukannya tumor yang tumbuh dalam tubuh berukuran kecil. Pengangkatan tumor melalui operasi sangat berisiko.

Pengobatan ini menggunakan gelombang radio yang tinggi dan mampu membunuh sel-sel kanker.

3. Cryosurgery
Metode pengobatan ini dapat menyembuhkan tumor neuroendokrin. Cryosurgery merupakan tindakan dengan memasukkan tabung tipis dengan kondisi dingin yang ekstrem dan menembakkannya langsung ke arah tumor. Biasanya operasi ini diperlukan pemindaian MRI atau ultrasound.


4. Terapi Hormon
Perawat umum penderita NET dengan sindrom carcinoid. Dokter akan memberikan resep hormon buatan Somatostatin. Obat ini dapat menjaga tumor agar tidak menghasilkan hormon yang dapat menyebabkan diare dan gejala sindrom karsinoid lainnya.

5. Radiasi
Metode ini menggunakan sinar-X tinggi yang mampu membunuh sel kanker. Penderita NET bisa mendapatkan metode pengobatan ini apabila tumor sudah terlanjur menyebar dan tidak dapat dijangkau oleh dokter dengan operasi.

Pasien mendapatkan perawatan dengan menggunakan mesin tertentu. Dalam beberapa kasus dokter akan menempatkan implan radiasi di dekat tumor. (auz/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK