Peninggalan Sejarah di Mesir & Peru Diduga Warisan Alien

CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2020 15:53 WIB
nazca line di peru Garis Nazca di Peru yang kerap disebut sebagai peninggalan alien. (iStockphoto/ArtMarie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wajah Giorgio Tsoukalos lebih dikenal dalam meme, padahal ia adalah salah satu pendukung gagasan bahwa astronaut alien kuno berinteraksi dengan manusia purba.

Tsoukalos menjadi narasumber dalam program Ancient Aliens yang tayang di History Channel. Meski acara tersebut sarat dengan teori konspirasi yang belum 100 persen terbukti secara ilmiah, namun acara tersebut mampu menghibur para "pemburu" makhluk luar angkasa.

"Saya yakin kita akan melakukan kontak resmi dengan alien dalam 50 tahun ke depan," kata Tsoukalos saat diwawancara oleh Travel and Leisure pada tahun 2018, dua tahun sebelum adanya penampakan UFO yang direkam Pentagon pada tahun ini.


"Saya pikir itu akan terjadi di tak lama lagi, atau dengan dalam dua generasi mendatang. Saya yakin akan hal itu," lanjutnya.

Tsoukalos sering melakukan perjalanan lintas negara untuk mencari fakta bahwa alien tidak hanya mengunjungi Bumi, tetapi juga memainkan peran penting dalam sejarah peradaban manusia.

Tempat-tempat itu, katanya, termasuk Mesir, tempat ia dan timnya menjelajahi Saqqara, tanah pemakaman kuno yang luas dan kuno dan lokasi ruang bawah tanah yang disebut Serapeum.

"Ada ruang bawah tanah raksasa yang menampung sarkofagi besar, yang terbuat dari pualam dan batu garam," jelasnya.

"Peti-peti itu diperkirakan seberat antara 70 dan 75 ton. Dan tutup peti-peti itu diperkirakan seberat 20 hingga 25 ton. Sekarang, kita harus bertanya-tanya bagaimana peti-peti itu bisa dibuat."

Tsoukalos mencatat bahwa dia tidak menyatakan bahwa alien membangun peti-peti tersebut.

Serapeum di mesirSerapeum di Mesir. (iStockphoto/Nature and food photography.)

Ia justru merasa alien mewariskan pengetahuannya dan memberi tahu nenek moyang manusia mengenai cara pembuatannya.

"Ilmu ini pemberian makhluk luar angkasa, persis seperti yang dikatakan teks-teks Mesir Kuno," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Selain Mesir, Tsoukalos mengatakan kalau ada banyak tempat di dunia yang menjadi penanda kedatangan alien di Bumi.

"Kita memiliki museum arkeologi yang indah dengan koleksi dari seluruh dunia," katanya, merujuk ke tempat-tempat seperti New York City, Chicago, Los Angeles, dan banyak lagi.

Dia menyarankan orang-orang yang penasaran dengan alien untuk lebih sering berkunjung ke museum yang ada di negaranya, karena mungkin saja ada pertanda hubungan antara alien dan nenek moyang manusia melalui artefak yang dipajang di sana.

Tetapi, jika benar-benar ingin melintasi dunia untuk mencari bukti keberadaan alien, Tsoukalos mengatakan Mesir dan Peru wajib didatangi.

"Peru memiliki begitu banyak di satu tempat," katanya.

View of the Machu Picchu complex, the Inca fortress enclaved in the south eastern Andes of Peru on April 24, 2019. (Photo by Pablo PORCIUNCULA BRUNE / AFP)Machu Picchu. (Pablo PORCIUNCULA BRUNE / AFP)

"Di Peru, ada garis Nazca, Paracas Candelabra, Cusco dan Machu Picchu, juga Sacsayhuaman," katanya.

"Peru jelas memiliki berbagai jenis artefak yang berhubungan dengan luar angkasa."

Tsoukalos juga memiliki satu destinasi idaman untuk perburuan aliennya: kota Sardinia di Italia.

Ia mengatakan, kota itu sarat dengan reruntuhan zaman purba yang menarik untuk diamati, karena menurutnya alien datang ke bumi pada zaman pra-sejarah.

Teori mengenai penampakan alien dan UFO juga ramai di Indonesia.

Di Indonesia, keberadaan alien dan UFO mengerucut sampai ke Gua Kontilola di Wamena, Papua, dan Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah.

[Gambas:Instagram]


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)