5 Manfaat Bawang Putih yang Terbukti Secara Ilmiah

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 06:49 WIB
Ilustrasi bawang putih Ilustrasi. Seorang pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah rutin mengonsumsi bawang putih panggang. (Pixabay/condesign)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah seorang pasien di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung berhasil pulih dari Covid-19. Dia dinyatakan sembuh setelah mengonsumsi bawang putih panggang selama 16 hari diisolasi di rumah sakit.

Mengutip Antara, selain mengonsumsi bawang putih panggang, pasien yang bersangkutan juga banyak mengonsumsi air lemon, suplemen vitamin C, vitamin D, air madu, berjemur, serta berolahraga.

Bawang putih memang dikenal sebagai salah satu obat herbal. Hippocrates, seorang dokter Yunani Kuno, kerap meresepkan bawang putih untuk mengobati berbagai kondisi medis.


Bawang putih dikenal dengan nutrisinya yang kaya tapi rendah kalori. Satu siung bawang putih (3 gram) mentah mengandung:
- mangan (2 persen dari kebutuhan harian)
- vitamin B6 (2 persen dari kebutuhan harian)
- vitamin C (1 persen dari kebutuhan harian)
- selenium (1 persen dari kebutuhan harian)
- serat 0,06 gram
- kalsium, tembaga, kalium, fosfor, zat besi, dan vitamin B.

Bawang putih hanya mengandung 4,5 kalori, 0,2 gram protein, dan.1 gram karbohidrat.

Seiring waktu berjalan, ilmu pengetahuan modern telah mengkonfirmasi banyak manfaat kesehatan dari bawang putih. Berikut mengutip Healthline.

1. Meningkatkan kekebalan tubuh
Bawang putih dikenal akan kemampuannya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah studi besar menemukan, konsumsi bawang putih selama 12 pekan dapat meredakan gejala flu yang dialami seseorang. Dilaporkan rata-rata gejala flu berkurang hingga 70 persen.

Hal yang sama juga ditemukan oleh studi lain. Dosis tinggi ekstrak bawang putih disebut dapat menurunkan gejala flu hingga 61 persen.

Kendati demikian, diperlukan lebih banyak lagi penelitian untuk membuktikan manfaat tersebut.

2. Menurunkan tekanan darah
Penelitian pada manusia menemukan, suplemen bawang putih memiliki dampak yang signifikan pada penurunan tekanan darah.

Sebuah studi menemukan, konsumsi 600-1.500 mg ekstrak bawang putih sama efektifnya dengan obat Atenolol dalam menurunkan tekanan darah selama 24 pekan. Dosis ini setara dengan empat siung bawang putih per hari.

3. Menurunkan kolesterol jahat
Suplemen bawang putih disebut mampu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) hingga 10-15 persen.

Namun, bawang putih tampaknya tak berpengaruh terhadap kadar kolesterol baik (HDL) dan trigliserida yang sama-sama merupakan faktor risiko penyakit jantung.

4. Mencegah Alzheimer dan demensia
Bawang putih mengandung antioksidan yang mendukung mekanisme perlindungan tubuh terhadap kerusakan oksidatif.

Suplemen bawang putih dosis tinggi telah terbukti meningkatkan enzim antioksidan pada manusia dan mengurangi stres oksidatif pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.

Gabungan dari penurunan tekanan darah dan enzim antioksidan dalam tubuh dapat mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.

5. Mendetoksifikasi logam berat pada tubuh
Pada dosis tinggi, senyawa sulfur dalam bawang putih telah terbukti melindungi tubuh dari kerusakan organ akibat paparan racun logam berat.

Sebuah studi pada karyawan pabrik air aki-yang terkena paparan logam berlebih-menemukan manfaat bawang putih. Ditemukan bahwa bawang putih mengurangi kadar logam dalam darah hingga 19 persen. (asr)

[Gambas:Video CNN]