Manfaat Eucalyptus untuk Atasi 11 Masalah Kesehatan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 14:42 WIB
Eucalyptus branch with leaves, buds and blossom Selain meningkatkan kesehatan paru-paru, manfaat eucalyptus berikut juga bisa dicoba untuk mengatasi problem penyakit lainnya. (Foto: iStockphoto/trigga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Baru-baru ini eucalyptus disebut sebagai salah satu bahan penangkal Covid-19 atau virus corona. Kendati hingga kini masih diperlukan uji lanjutan mengenai bahan aktif eucalyptus dalam menghancurkan virus corona, tapi sejak dulu tanaman ini telah terbukti memiliki khasiat sebagai obat.

Ketut Gede Mudiarta, Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) bilang Balitbangtan telah melakukan uji coba sejumlah tumbuhan yang berpotensi sebagai anti virus corona.

Hasilnya, disimpulkan tanaman eucalyptus paling efektif menangkal virus corona karena memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).

"Kemudian, beberapa prototype teknologi berbasis minyak eucalyptus sebagai anti virus dihasilkan atas kolaborasi beberapa unit kerja dibawah Balitbangtan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, dikutip Senin (18/5).

Dengan mengetahui manfaat eucalyptus bagi kesehatan, Anda bisa mencobanya sebagai pengobatan atau perawatan alternatif untuk mengatasi penyakit dan berbagai masalah kesehatan umum lainnya. 


Eucalyptus: tanaman serbaguna

Tanaman eucalyptus atau kayu putih tergolong dalam famili jambu-jambuan atau Myrtaceae, yang berasal dari Australia, Tasmania, dan sekitarnya, melansir Britannica.

Eucalyptus tumbuh dengan cepat, dan banyak spesies mencapai ketinggian yang luar biasa hingga puluhan meter. Kayu eucalyptus banyak digunakan di Australia sebagai pohon peneduh, bahan bakar, pagar, serta fondasi bangunan.

Namun, yang membuat eucalyptus menjadi golongan tanaman paling berharga secara ekonomi adalah khasiatnya dalam dunia medis. Manfaatnya yang serbaguna untuk segala penyakit, membuat eucalyptus tersebar dan dibudidayakan di seluruh dunia.

Eucalyptus leaf backgroundDaun eucalyptus disuling dan diekstraksi menjadi minyak eucalyptol yang bisa mengatasi berbagai penyakit, khususnya problem pernapasan. (Foto: Istockphoto/Getty Images/Dio5050)


Kelenjar daun eucalyptus mengandung minyak aromatik yang mudah menguap yang dikenal sebagai minyak kayu putih atau eucalyptol.

Kandungan eucalyptol memiliki efek anti-inflamasi dan antivirus, sehingga pengobatan berbasis eucalyptus atau kayu putih dapat digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan, menghilangkan lendir, mendisinfeksi luka, dan sebagainya.

Berikut manfaat eucalyptus untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, dilansir dari berbagai sumber, Selasa (12/5).

1. Meredakan batuk

ilustrasi batukKandungan aktif dalam eucalyptus bertindak sebagai pengencer lendir yang bisa mempercepat penyembuhan batuk (Foto: IStockphoto/ Klebercordeiro)


Selama bertahun-tahun, minyak eucalyptus telah menjadi salah satu komposisi dalam obat untuk meredakan batuk. Kandungan aktif antibakteri, virus, dan jamur bertindak sebagai ekspektoran untuk mengencerkan lendir.

Untuk melegakan tenggorokan dan memecah lendir, Anda bisa menghirup uap yang telah dicampur minyak esensial eucalyptus. Bisa juga menggunakan obat gosok atau salep topikal yang mengandung eucalyptus.

2. Meringankan asma

Asthmatic girl suffering an attack and searching the inhaler in a bag in the streetSelain memecah lendir, kandungan eucalyptol bekerja langsung ke saluran napas sehingga meringankan gejala asma (Foto: Istockphoto/ AntonioGuillem)


Penelitian awal menunjukkan bahwa eucalyptol dapat memecah lendir pada orang dengan penyakit asma atau sesak napas.

Bahkan beberapa orang dengan kondisi asma yang parah dapat menurunkan dosis steroidasinya jika mereka menggunakan terapi eucalyptol.

Namun sebelum mencobanya, pastikan Anda berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dokter, serta berhati-hatilah bagi yang memiliki alergi kayu putih karena justru bisa memperburuk asma.

3. Meredakan pilek

Asian Women In Satin Nightwear Feeling Unwell And Sneeze Against White Background, Dust Allergies, People Caught Cold And AllergyEucalyptol dapat mengurangi gejala pilek seperti hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan mengurangi peradangan dan penumpukan lendir. (Foto: Istockphoto/Tharakorn)


Eucalyptus merupakan bahan umum yang terkandung dalam obat pilek, flu, dan batuk yang bisa mengurangi volume lendir dan memperluas bronkus dan bronkiolus paru-paru.

Eucalyptol, atau juga dikenal sebagai cineole, dapat mengurangi gejala pilek seperti hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan mengurangi peradangan dan penumpukan lendir.

Ketika merasakan gejala pilek, hiruplah minyak kayu putih melalui hidung atau dioleskan di bagian leher dan dada agar aromanya dapat tercium.

Namun, hindari mengonsumsinya langsung karena dosis kecil minyak kayu putih yang tertelan bisa menjadi racun.

4. Manfaat eucalyptus untuk mencegah gigitan serangga

An Aedes Aegypti mosquito is photographed on human skin in a lab of the International Training and Medical Research Training Center (CIDEIM) on January 25, 2016, in Cali, Colombia. CIDEIM scientists are studying the genetics and biology of Aedes Aegypti mosquito which transmits the Zika, Chikungunya, Dengue and Yellow Fever viruses, to control their reproduction and resistance to insecticides. The Zika virus, a mosquito-borne disease suspected of causing serious birth defects, is expected to spread to all countries in the Americas except Canada and Chile, the World Health Organization said. AFP PHOTO/LUIS ROBAYO / AFP PHOTO / LUIS ROBAYOSelain terbukti mencegah gigitan nyamuk dan serangga, eucalyptus juga bisa menjadi merupakan cara alternatif mengusir kutu rambut. Meski demikian, ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. (Foto: AFP PHOTO/LUIS ROBAYO)

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengonfirmasi bahwa minyak eucalyptus merupakan bahan yang efektif untuk mencegah gigitan nyamuk, dikutip dari Healthline.

Di Afrika, eucalyptus menjadi obat tradisional dan pencegahan malaria karena efektif menghalau gigitan nyamuk. Mirip dengan sereh atau serai, eucalyptus juga memiliki aroma yang kuat yang dapat mengganggu indera penciuman nyamuk sehingga mempersulit mereka untuk menemukan 'sumber makanan'.

Selain nyamuk, minyak eucalyptus juga bisa untuk mengusir serangga lain seperti kutu, hama, dan lalat.

Penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan minyak eucalyptus pada kulit efektif menangkal nyamuk dan serangga lainnya hingga delapan jam setelah pengaplikasian.

Semakin tinggi kandungan kayu putihnya, semakin lama dan efektif kerja eucalyptus dalam menolak gigitan serangga.

5. Mengobati luka

Helping disinfecting the big bleeding scratch injury on the leg during the hiking tour in the desertGunakan krim atau salep mengandung eucalyptus untuk mencegah infeksi pada kulit yang terluka (Foto: Istockphoto/YKD)

Kandungan antibakteri dalam daun eucalyptus bermanfaat untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan pada luka.

Krim atau salep yang mengandung eucalyptus dapat digunakan untuk mengobati lecet, sayatan, maupun luka bakar ringan.


6. Mengontrol gula darah

Cover Fokus DiabetesEkstrak daun eucalyptus bisa menyeimbangkan kadar gula darah pada penderita diabetes (Foto: CNN Indonesia/Fajrian(diolah dari Thinkstock)

Dalam pengobatan tradisional, daun eucalyptus digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus karena tinggi kandungan antioksidan dan anti-inflamasinya.

Menurut penelitian, ekstrak daun eucalyptus dapat menurunkan gula darah. Namun jangan dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes karena dapat menyebabkan gula darah drop.

7. Menjaga kesehatan gigi dan menyegarkan napas

Shot of a beautiful young woman checking her breath at homeProduk perawatan mulut berbasis eucalyptol dapat mencegah kerusakan gigi dan mengatasi bau mulut tak sedap (Foto: Istockphoto/PeopleImages)


Mint bukan satu-satunya 'senjata' untuk mengatasi bau mulut. Eucalyptus juga dapat digunakan untuk melawan kuman penyebab bau mulut karena kandungan antibakterinya.

Mengunyah permen karet atau menggunakan obat kumur dan pasta gigi yang mengandung ekstrak eucalyptus dapat mengurangi bau mulut secara signifikan.

Selain itu, menurut penelitian dalam Journal of Periodontology, produk perawatan gigi dan mulut berbasis eucalyptus dapat mencegah kerusakan gigi dan meningkatkan kesehatan periodontal, dengan menumpas bakteri dan menghilangkan penumpukan plak.

8. Meringankan sakit kepala

Shot of a young businesswoman experiencing a stressful day at workMenghirup aroma minyak kayu putih memberikan efek tenang dan mengurangi rasa nyeri akibat sakit kepala (Foto: Istockphoto/Cecilie_Arcurs)

Masyarakat Indonesia sering menghirup dan mengoles minyak kayu putih untuk meringankan gejala pusing dan sakit kepala. Ternyata metode pengobatan rumahan ini tidak sepenuhnya salah, sebab menghirup minyak kayu putih dapat mengurangi rasa sakit.

Senyawa anti-inflamasi dalam eucalyptus, seperti cineole dan limonene, dapat bertindak sebagai penghilang rasa sakit, merujuk National Library of Medicine.

Selain itu, eucalyptus juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membersihkan sinus dan mengurangi peradangan.

Orang yang mengalami sakit kepala karena sinusitis dapat berkurang rasa sakitnya dengan menghirup minyak kayu putih. Sakit kepala akibat tegang juga bisa menghirup aromanya agar lebih rileks dan meredakan stres.

Bahkan campuran eucalyptus dan peppermint yang dioleskan ke dahi dan pelipis dapat meredakan sakit kepala lebih efektif ketimbang acetaminophen dan aspirin.

9. Meringankan nyeri sendi

Muscular Man suffering from back and neck pain. Incorrect sitting posture problems Muscle spasm, rheumatism. Pain relief, ,chiropractic concept. Sport exercising injuryEkstrak eucalyptus bersifat anelgesik sehingga bisa mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada otot maupun sendi (Foto: Istockphoto/ChesiireCat)

Eucalyptus bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat penyakit pengapuran sendi (osteoartritis) dan radang sendi (rheumatoid arthritis), atau dengan keluhan sakit punggung maupun cedera sendi dan otot.

Ini karena ekstrak eucalyptus bertindak sebagai pereda nyeri dan bersifat analgesik.

Dalam sebuah penelitian dalam American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation, mengaplikasikan eucalyptamint (salep yang mengandung eucalyptus) pada permukaan kulit dapat mengobati nyeri otot, keseleo, radang sendi, memar, dan sakit punggung.

10. Menyehatkan rambut

ilustrasi menyisir rambutProduk perawatan rambut berbasis eucalyptus merangsang folikel, mempercepat pertumbuhan rambut, mengurangi gatal, dan menghilangkan kutu. (Foto: Istockphoto/ DKart)

Jika Anda mengalami masalah rambut rontok maupun kutu rambut, cobalah produk perawatan berbasis eucalyptol.

Sifat antimikroba, antijamur, dan herbisida dalam eucalyptol dapat mencegah peradangan kulit kepala sehingga merangsang pertumbuhan rambut yang sehat.

Kemudian, kandungan antiseptik dalam eucalyptol dapat menenangkan kulit kepala, mengurangi rasa gatal, serta menghilangkan kutu rambut.

11. Merangsang sistem kekebalan tubuh

Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam BMC Immunology, minyak eucalyptus dapat merangsang respons sistem kekebalan tubuh, merujuk Medical News Today.

Para peneliti menemukan bahwa eucalyptol meningkatkan respons sistem kekebalan fagositik terhadap patogen. Fagositosis merupakan proses ketika sistem imun menelan dan menghancurkan partikel asing seperti bakteri, virus, dan partikel lain yang berbahaya.

Itulah manfaat eucalyptus untuk mengatasi 11 masalah kesehatan. Meski produk berbasis eucalyptus umumnya aman digunakan pada permukaan kulit, tapi penggunaannya juga tetap harus berhati-hati karena bisa menimbulkan iritasi, sensasi terbakar, maupun reaksi alergi.

(fef)

[Gambas:Video CNN]