Keelokan Laut Merah yang Dibelah Nabi Musa

CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2020 03:30 WIB
A man stands in a boat in the Egyptian Red Sea resort of Sharm el-Sheikh on August 7, 2017.
Saudi Arabian billionaire Prince Alwaleed bin Talal is to invest more than $800 million in hotels in Egypt, the investment ministry in Cairo said. The announcement came after parliament in May adopted a new law aimed at attracting foreign investment as the authorities seek to reinvigorate the North African country's struggling economy.
 / AFP PHOTO / MOHAMED EL-SHAHED Pemandangan Laut Merah. (AFP PHOTO / MOHAMED EL-SHAHED).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nabi Musa diceritakan membelah Laut Merah dalam salah satu kisah Alquran. Melihat letak geografisnya, perairan ini berlokasi di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dengan Afrika.

Laut Merah memiliki luas permukaan sekitar 438 ribu kilometer persegi, panjang sekitar 2.250 kilometer, dan kedalaman rata-rata 490 meter.

Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden, sedangkan di utara melewati Semenanjung Sinai dan Terusan Suez.


Kota-kota yang berada di tepian Laut Merah ialah Jeddah, Sharm el Sheikh, Pelabuhan Sudan, dan Eilat.

Laut yang juga disebut Bahrul-Ahmar dalam bahasa Arab ini bersuhu sekitar 21-25 derajat Celcius sepanjang tahun, sehingga menjadi destinasi wisata favorit turis mancanegara.

Laut Merah merupakan jalur pelayaran perdagangan penting sejak zaman Mesir kuno sampai saat ini.

Pembukaan Terusan Suez pada tahun 1869 menghubungkan Mesir dengan Laut Merah dengan Mediterania, sehingga transportasi antara Eropa dan Asia menjadi jauh lebih mudah.

Laut Merah juga menjadi salah satu destinasi menyelam terbaik di dunia, karena kekayaan ekosistem bawah lautnya.

Terumbu karang di sini disebut telah ada sejak 7.000 tahun yang lalu. Banyak juga bangkai kapal perang yang karang di sini.

Sebagian area terumbu karang di Laut Merah masuk bagian Taman Nasional Ras Mohammed di Mesir.

Perairannya menjadi habitat lebih dari 1.200 spesies ikan endemik, termasuk 44 spesies hiu.

A diver photographs golden anthias (Pseudanthias aurulentus) on a coral reef in the Egyptian Red Sea marine reserve of Ras Mohamed, off the southern tip of the Sinai peninsula, on September 4, 2018. (Photo by EMILY IRVING-SWIFT / AFP)Terumbu karang di Laut Merah. (EMILY IRVING-SWIFT / AFP)

Salah satunya ialah kawanan Ikan Layar, yang disebut paling cepat di dunia, dengan kecepatan hingga 100 km/jam.

Selain berwisata, banyak juga turis yang datang ke sini untuk urusan kesehatan, demi berendam di air asinnya dan pasir hitamnya.

Tourists lie on floats in a pool at a hotel in Egypt's Red Sea resort of Hurghada on February 19, 2018.Egypt is seeing a promising rebound in tourism following devastating jihadist attacks, in welcome news to the government of the president as he seeks re-election this month. / AFP PHOTO / MOHAMED EL-SHAHEDDi tepi Laut Merah ada banyak hotel berbintang yang beroperasi. (AFP PHOTO / MOHAMED EL-SHAHED)

Keasinan air di Laut Merah disebut 35 persen lebih tinggi dibandingkan dengan lautan lainnya di dunia. Sama seperti Laut Mati, orang bisa mengambang di Laut Merah.

Konsentrasi garam dari air laut dipercaya bisa meningkatkan sirkulasi darah.

Sementara kandungan mineral dalam lumpur hitamnya dikatakan ampuh untuk mengobati radang kulit, rematik dan radang sendi.

(ard/ard)