Colosseum Dibuka Lagi, Pengunjung Dibatasi 300 Orang

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 11:46 WIB
Alfonsina Russo, center, director of the Colosseum Archaeological Park, speaks to media inside the Colosseum in Rome, Monday, June 1, 2020, to announce the reopening to the public of one of Italy's most visited monument, after more of two months of lockdown for the coronavirus pandemics. The Colosseum, Palatine, Roman Forum and Domus Aurea reopens to the public on 1 June with some access restrictions for visitors. (AP Photo/Domenico Stinellis) Alfonsina Russo (tengah) Direktur Colosseum Archaeological Park saat pembukaan kembali Colosseum pada Senin (1/6). (AP/Domenico Stinellis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Objek wisata bersejarah di Roma, Colosseum, kembali dibuka pada hari Senin (1/6) setelah ditutup selama tiga bulan selama lockdown (penguncian) Italia.

Meski telah dibuka kembali, namun jumlah pengunjung Colosseum per hari masih akan dibatasi.

Amfiteater besar tempat para gladiator dan hewan liar bertarung berabad-abad yang lalu, terasa sangat sunyi saat antrean turis pertama melewati gerbang dengan protokol kesehatan baru.


Pengelola Colosseum mengatakan mereka hanya mengizinkan 300 orang sekali masuk, berbeda jauh dari ribuan orang sebelum pandemi virus corona melanda dunia.

Yang juga tampak absen adalah para aktor gladiator, yang biasanya berparade di luar Colosseum sambil melambaikan pedang plastik, berlomba mencari tip dari turis yang mengajaknya selfie.

Pekerja mengambil keuntungan dari sepinya kerumunan pengunjung untuk melakukan penambalan. Seekor kucing terlihat berkeliaran di geladak utama.

Direktur Colosseum, Alfonsina Russo, mengatakan bahwa pemandangan sepi terasa surealis dan menambahkan, "Ini adalah simbol Roma dan Italia".

"Tetapi suasana sepi menyoroti keindahan luar biasa dari tempat ini," kata Russo seperti yang dikutip dari AFP.

Tahun lalu, rata-rata 20 ribu wisatawan mengunjungi Colosseum setiap hari dengan tiket gabungan ke Imperial Forum - tempat pemerintahan kuno Roma dan kuil-kuil keagamaan, dan ke Palatine Hill - tempat elit kota membangun vila-vila mereka.

Tujuh puluh persen dari wisatawan itu datang dari luar negeri.

Pada hari Rabu (3/6), turis asal Uni Eropa akan diizinkan untuk melakukan perjalanan untuk pertama kalinya ke Italia, tetapi perbatasan tetap tertutup bagi wisatawan di luar Eropa.

A restorer works inside the Colosseum in Rome, Monday, June 1, 2020, during a press conference announcing the reopening to the public of one of Italy's most visited monument, after more of two months of lockdown for the coronavirus pandemics. The Colosseum, Palatine, Roman Forum and Domus Aurea reopens to the public on 1 June with some access restrictions for visitors. (AP Photo/Domenico Stinellis)Pekerja melakukan perbaikan di tengah sepinya kunjungan turis di Colosseum pada Senin (1/6). (AP/Domenico Stinellis)

Batu tua

Pierluigi, warga Roma yang bersiap masuk Colosseum bersama istrinya, mengatakan ini adalah kunjungan pertamanya.

"Kami mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa turis mancanegara belum datang," katanya. "Saya tak sabar untuk menikmati pengalaman saat mengunjunginya dan berada di dalamnya."

Warga Roma lainnya, Luca, mengatakan dia, istri dan putrinya "ingin melihat batu-batu tua itu!"

Dia terkejut oleh sepinya pengunjung, tetapi mengakui: "Ada begitu banyak hal untuk dilihat di Roma."

Segalanya menjadi lebih sibuk di Museum Vatikan pada hari Senin, di mana ratusan orang menunggu masuk untuk melihat Kapel Sistine dan harta karun kepausan lainnya.

Sektor pariwisata Italia sangat penting bagi perekonomian negara, menyumbang sekitar 13 persen dari pendapatan.

Museum diizinkan buka kembali pada 18 Mei, tetapi banyak yang masih tutup karena menunggu kedatangan wisatawan yang lebih besar.

Situs-situs terkenal di seluruh Italia seperti reruntuhan Pompeii dan menara miring Pisa telah dibuka kembali dalam beberapa hari ke depan.

Pada hari Selasa (2/6), Galeri Uffizi dan Accademia di Florensia, tempat tinggal David - patung karya Michaelangelo, akan menyambut kembali membuka pintunya untuk pengunjung.

(AFP/ard)