Gratis Biaya RS Jika Tertular Corona saat Liburan di Siprus

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 15:14 WIB
People gather at Mackenzie beach in the coastal city of Larnaca on the Mediterranean island of Cyprus on May 23, 2020. - A new form of beach life, spaced apart, emerged on the Mediterranean holiday island of Cyprus after more than two months of coronavirus-imposed curbs were lifted on freedom of movement. (Photo by Etienne TORBEY / AFP) / The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by Adel AL SALMAN has been modified in AFP systems in the following manner: [Etienne Torbey] instead of [Adel Al-Salman]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require. Pantai Mackenzie di Siprus. (AFP/ETIENNE TORBEY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siprus berharap dapat mendatangkan kembali wisatawan dengan promosi gratis biaya medis bagi turis yang dinyatakan positif COVID-19 saat berlibur di pulau itu, kata para pejabat pemerintah seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (2/6).

Rencana tersebut diuraikan dalam surat kepada operator tur dan maskapai penerbangan yang merinci langkah-langkah yang diambil Siprus untuk memastikan keamanan sektor pariwisata.

Surat itu dipublikasikan Rabu (27/5) dan ditandatangani oleh menteri luar negeri, transportasi, dan pariwisata.


Pulau Mediterania ini memasarkan dirinya sebagai tujuan liburan yang aman selama pandemi global.

Republik Siprus "hanya" mencatat 939 kasus virus corona dan 17 kematian.

Pemerintah mengatakan pihaknya "berkomitmen untuk menjaga semua pelancong yang dinyatakan positif selama mereka datang, berikut keluarga atau kerabat mereka".

Jika turis tertular virus corona di negaranya, pemerintah berjanji untuk membayar akomodasi, makan, dan perawatan medis.

"Pelancong hanya perlu menanggung biaya transfer bandara dan penerbangan mereka," katanya.

Hotel karantina

Rumah sakit dengan 100 tempat tidur akan tersedia secara eksklusif untuk wisatawan yang hasil tesnya positif, dengan lebih banyak tempat tidur yang tersedia "dalam waktu yang sangat singkat jika diperlukan".

Tambahan 112 tempat tidur di unit perawatan intensif dengan 200 respirator akan disediakan untuk pasien yang kritis.

"Hotel karantina" yang ditunjuk akan memiliki 500 kamar yang tersedia untuk anggota keluarga dan kerabat pasien.

Hotel-hotel lain di pulau itu akan diizinkan untuk tetap terbuka jika tamu tes positif, tetapi kamar mereka akan "menjalani pembersihan mendalam".

Pemerintah Siprus telah memperkirakan penurunan 70 persen kedatangan wisatawan pada tahun 2020.

Pariwisata memberi Siprus US$2,94 miliar pada 2019 - sekitar 15 persen dari produk domestik bruto negara - turun satu persen dari tahun sebelumnya, yang didukung oleh rekor kedatangan 3,97 juta wisatawan mancanegara.

Siprus berencana untuk membuka kembali bandaranya pada 9 Juni untuk kedatangan dari 13 negara yang dianggap berisiko rendah.

Itu termasuk Israel, Yunani, Jerman, Austria dan Malta, meski dua pasar pulau terbesar di Inggris dan Rusia tidak ada dalam daftar yang disetujui.

Mereka yang tiba antara 9-19 Juni wajib memberikan sertifikat kesehatan yang membuktikan bahwa mereka tidak memiliki virus corona.

Persyaratan itu akan dicabut dari 20 Juni, ketika enam negara lain akan ditambahkan ke daftar yang disetujui, termasuk Swiss dan Polandia.

Siprus mengatakan akan memperbarui daftar negara yang disetujui setiap minggu berdasarkan saran ilmiah.

Pejabat akan melakukan pemeriksaan suhu dan pengujian kedatangan gratis secara acak.

Setelah menguji lebih dari 10 persen populasinya, Siprus mengatakan memiliki tingkat infeksi virus corona terendah di Eropa.

"Sangat sedikit negara di seluruh dunia, terutama di Mediterania, yang bisa membanggakan statistik seperti itu," kata surat itu.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]