Mengenal Full Remote Work dan Bedanya dengan Work From Home

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2020 09:38 WIB
Ilustrasi bekerja dengan komputer pangku Ilustrasi: Full remote work diperkirakan akan menjadi tren baru di dunia kerja di tengah pandemi virus corona. Apa bedanya dengan work from home? (Foto: Roman Drits/Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kehidupan di dunia kerja setelah munculnya pandemi virus corona ini sudah pasti berbeda. Di tengah ketidakpastian berakhirnya wabah ini kemudian muncul konsep Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Selain itu, beberapa perusahaan juga diperkirakan mulai melirik konsep full remote work.

Apakah full remote work itu? Kedengarannya tak jauh berbeda dengan work from home. Jika bekerja dari rumah atau work from home betul-betul dimaknai melakukan pekerjaan atau tugas kantor dari rumah, sementara full remote work (FRW) adalah bekerja jarak jauh.

Dengan konsep FRW, pekerja bisa melakukan pekerja di manapun asalkan target terpenuhi atau tugas rampung terselesaikan. Perusahaan yang menggunakan konsep ini memungkinkan pekerjanya berada di daerah bahkan negara yang berbeda dengan kantor berada.


Sejumlah perusahaan besar seperti Facebook dan Twitter menggunakan pandemi Covid-19 sebagai momen adaptasi dari WFH menjadi FRW. Full remote work ini juga diperkirakan menjadi tren kerja usai pandemi. Pasalnya, hasil riset Gartner Research menunjukkan 74 persen perusahaan di dunia tengah ancang-ancang beralih menjadi full remote secara permanen.

Perusahaan platform di Indonesia, Campaign.com adalah salah satu yang menjajal konsep full remote work. CEO Campaign.com William Gondokusumo mengklaim sebagai startup asal Indonesia pertama yang menerapkan kebijakan ini.

Pilihan full remote work juga bukan keputusan mudah. William menuturkan kebijakan ini diambil usai mempertimbangkan sejumlah aspek seperti waktu dan wilayah yang menjadi terbatas di tengan wabah corona, juga kesehatan mental pekerjanya.

"Keputusan untuk memberlakukan full remote work secara permanen ini tidak hanya sekedar upaya menghemat biaya, meningkatkan produktivitas, atau dampak baik terhadap lingkungan," kata William dalam diskusi daring yang diikuti CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


"Aspek-aspek tersebut bagus, tapi keputusan ini lebih pada ketika saya sadar kalau full remote work itu memungkinkan kita saling berkolaborasi dan bekerja sama tanpa batasan waktu dan tempat. Semua orang bisa bekerja dari mana pun dan kapan pun. Tidak perlu lagi ada update meeting yang lama setiap minggunya, tapi bisa digantikan dengan diskusi tertulis yang juga dilakukan secara online," terang dia lagi.

Adapun beberapa perbedaan antara work from home dengan full remote work di antaranya:

Pola pikir
Konsep WFH memungkinkan pekerja memiliki pola pikir yang berorientasi pada offline sehingga berujung pada membawa budaya kerja kantor ke rumah. Sedangkan FRW memiliki pola pikir berorientasi pada online sehingga seluruh pekerjaan dilakukan tak terbatas ruang dan waktu.

Jam kerja
Saat menjalankan WFH, Anda akan tetap terikat pada jam kerja kantor hanya saja seluruh kegiatan dilakukan di rumah. Tapi FRW berbeda, jam kerja bisa disesuaikan dengan waktu yang nyaman bagi Anda asalkan atas persetujuan dengan pihak kantor--termasuk jika ada perbedaan zona waktu.


INFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONAFoto: CNN Indonesia/Fajrian
INFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONA


Komunikasi dan rapat
Konsep WFH mengutamakan komunikasi lisan, Anda akan sering bertelepon ataupun melakukan panggilan video. Begitupun dengan rapat (meetings). Bahkan ada kalanya durasi bisa lebih panjang karena boleh jadi akan banyak update atau pembaruan informasi dari masing-masing divisi dibanding diskusi.

Sedangkan komunikasi ketika FRW lebih banyak dilakukan secara tertulis berupa laporan perkembangan. Begitu pula dengan meeting, pekerja dan bos memanfaatkan aplikasi Slack ataupun Google Docs. Meeting pun bisa dilakukan secara online kendati para pekerja ada di lokasi yang sama.

Psikologis
Konsep WFH disebut lebih banyak memberikan tekanan kepada para pekerja. Sedangkan full remote work diklaim cenderung mampu mengurangi stress karena pekerja bisa menyesuaikan waktu juga beban kerja dengan kemampuan diri.

Namun tantangannya, dalam penerapan full remote work, kecakapan dan ketrampilan kepala divisi atau ketua tim memahami anak buahnya akan diuji. Perlu lebih detail dalam mengaplikasikan konsep ini.

(NMA/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK