3 Mitos Soal Durian: Gairah Seksual, Kolesterol, dan Kopi

tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/06/2020 11:57 WIB
buah durian Ada berbagai macam mitos soal durian, mana yang mitos dan mana yang fakta? (iStockphoto/yuliang11)
Jakarta, CNN Indonesia -- Durian bukan jenis buah yang disukai banyak orang, apalagi kalau bukan karena aroma dan rasa yang kuat. Ada yang suka dan ada yang 'cinta mati' dengan buah ini.

Hanya saja, beragam mitos soal durian pun berkembang, dari soal menyebabkan naiknya libido seseorang, menyebabkan kolesterol, sampai menyebabkan kematian. Benarkan mitos-mitos tersebut?

1. Durian meningkatkan gairah seksual
Buah berjuluk raja segala buah ini disebut-sebut bisa meningkatkan gairah seksual.


Buah ini disebut bahwa memiliki efek panas pada tubuh sehingga disebut bisa meningkatkan hasrat seksual. Benarkah mitos tersebut?

Dokter spesialis gizi klinik Siloam Hospital Semanggi, Samuel Oentoro mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah mitos.

"Tidak ada itu meningkatkan gairah seksual," ucap Samiel ketika dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


Senada dengan Samuel, mengutip Malay Mail, sampai saat ini belum ada penelitian pasti yang bisa membuktikan hal tersebut.

Pemilik toko durian, Erik Ong juga mengungkapkan bahwa belum ada bukti penelitian terkait hal ini. Pada tahun 2017 lalu, pemerintah Malaysia mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan penelitian terkait fungsi afrosidiak tersebut.

Terkait panas tubuh yang terasa usai makan durian dan dikaritkan dengan mitos meningkatkan libido, Samuel mengungkapkan bahwa hal ini terjadi akibat proses fermentasi yang terjadi pada durian.

Ilustrasi disfungsi seksual wanita.Foto: Istockphoto/ Gmast3r
Ilustrasi seksual.


Durian mengandung serat, karbohidrat, vitamin C, serta antioksidan dari zat aktif dalam warna buah putih dan kuning. Namun, jika durian sudah terlalu matang dan rasanya sangat manis, maka karbohidrat di dalamnya akan berfermentasi menjadi alkohol.

"Ketika karbohidrat sudah berfermentasi menjadi alkohol, saat dimakan pembuluh darah akan terbuka. Akibatnya, badan akan terasa panas. Nah, hawa panas ini diterjemahkan sebagai gairah yang meningkat. Padahal tidak seperti itu sebenarnya," ujarnya.

2. Durian menyebabkan kolesterol

Fermentasi alkohol yang terjadi dalam buah durian ini ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan. Hal ini sekaligus menyebut anggapan bahwa durian memicu kolesterol sebagai mitos belaka.


"Jika durian sudah terlalu matang dan rasanya manis, aromanya wangi, artinya karbohidrat di dalamnya sudah berfermentasi menjadi alkohol. Ini yang membahayakan bagi tubuh, bukan kolesterol. Durian tidak mengandung kolesterol," ujar Samuel.

Alkohol yang terkandung dalam buah durian bisa membahayakan bila dikonsumsi oleh orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, antara lain hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, dan kegemukan (obesitas).

Karena itu, orang-orang dengan kondisi hipertensi, diabetes, dan kegemukan ada baiknya untuk menghindari konsumsi durian.

Ilustrasi Kopi HitamFoto: IT-STUDIO/Pixabay
Ilustrasi Kopi Hitam


3. Durian tak boleh dimakan bersama kopi
Mitos lain yang beredar adalah durian dan kopi tak boleh disantap bersamaan karena berbahaya dan memicu kematian. Namun hal ini dibantah juga oleh Samuel. 

"Durian dan kopi aman dikonsumsi bersamaan, asal jumlah tak berlebihan," ucapnya.  



"Durian dengan kopi itu tidak mengeluarkan racun yang bisa dengan seketika menyebabkan kematian. Tapi kopi mengandung kafein bersifat stimulan atau merangsang otot jantung. Orang minum kopi, tekanan darah naik dan memacu denyut jantung. Ditambah dengan durian. Duriannya sehat, tapi ingat, jangan durian yang terlalu matang."

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK