Kusir Bermasker & Sekat Akrilik, New Normal Delman di Yogya

CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2020 11:02 WIB
Kusir andong menunggu calon penumpang di kawasan Malioboro, Kamis (17/6/2020). Paguyuban kusir andong Malioboro menerapkan protokol kesehatan lebih ketat dengan fasilitas separator dan pelindung wajah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung Malioboro setelah hampir tiga bulan tidak beroprasi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc. Kusir delman (andong) di Malioboro, Yogyakarta, yang terlihat mengenakan face shield. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Armada becak dan delman (andong) yang beroperasi di Kota Yogyakarta, khususnya di kawasan wisata Malioboro, diwajibkan memasang tirai pembatas antara kusir dan penumpang sebagai salah satu protokol kesehatan.

"Selain kusir diwajibkan mengenakan masker, pelindung wajah dan membawa hand sanitizer, andong pun harus dilengkapi dengan tirai pembatas antara kusir dan penumpang. Perintahnya seperti itu," kata Ketua Paguyuban Kusir Andong Yogyakarta Purwanto di Yogyakarta, seperti yang dikutip dari Antara pada Jumat (19/6).

Menurut dia, permintaan untuk pemasangan tirai di andong tersebut sudah disampaikan oleh pemerintah daerah sejak Kamis (11/6) pekan lalu dan langsung ditindaklanjuti oleh pemilik andong yang sehari-hari beroperasi di kawasan Malioboro.


Purwanto mengatakan, pemasangan tirai pembatas tersebut dibiayai secara mandiri oleh masing-masing pemilik andong dengan biaya yang beragam.

Mulai dari Rp250 ribu untuk pembatas dari bahan akrilik, Rp125 ribu untuk pembatas dari mika, dan lebih murah lagi apabila menggunakan bahan plastik biasa.

"Belum seluruh andong beroperasi kembali karena kondisinya masih seperti ini. Kami akan memberikan penjelasan secara perlahan-lahan supaya mereka paham dan mematuhi protokol kesehatan yang diwajibkan," katanya.

Saat ini, lanjut Purwanto, dari 387 andong yang terdaftar beroperasi di Kota Yogyakarta hanya sekitar 10 andong yang sudah mulai beroperasi di Malioboro.

"Jumlah penumpang pun belum banyak," katanya yang menyebut tidak memberlakukan pembatasan kapasitas andong karena biasanya yang menyewa andong adalah rombongan keluarga yang sehari-hari pasti sudah berkumpul.

Tempat duduk di samping kusir pun dapat ditempati oleh penumpang karena kusir dan penumpang juga sudah sama-sama mengenakan masker.

Kusir andong menunggu calon penumpang di kawasan Malioboro, Kamis (17/6/2020). Paguyuban kusir andong Malioboro menerapkan protokol kesehatan lebih ketat dengan fasilitas separator dan pelindung wajah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung Malioboro setelah hampir tiga bulan tidak beroprasi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.Penerapan protokol kesehatan bisa membuat wisatawan merasa nyaman saat datang kembali ke tempat wisata. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Hal senada disampaikan Ketua Komunitas Becak Malioboro, A.Yani Jiyono, yang mengatakan menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, pelindung wajah dan membawa hand sanitizer.

"Untuk becak, juga harus dilengkapi tirai sebagai pembatas antara pengemudi dan penumpang. Biaya pemasangannya tidak banyak sekitar Rp25 ribu karena terbuat dari plastik," katanya.

Ia menyebut, sudah meminta seluruh pengemudi becak untuk mematuhi aturan protokol kesehatan.

"Saat ini, becak yang beroperasi juga belum banyak. Penumpang pun kadang ada tetapi kadang juga tidak. Tetapi, jika ada perintah untuk menjalankan protokol kesehatan, maka harus didukung supaya kondisi wisata kembali ramai," katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto mengatakan, sudah meminta andong dan becak untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Jika pekan depan masih ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan di Malioboro, maka akan kami pulangkan. Tidak boleh masuk," katanya.

Saat ini, jumlah becak dan andong yang beroperasi di Malioboro belum terlalu banyak, baru sekitar lima persen dari total jumlah armada kendaraan tidak bermotor yang biasanya beroperasi di kawasan wisata itu.

"Untuk penumpang, memang idealnya ada pembatasan. Tetapi untuk andong sedikit sulit karena penumpangnya biasanya rombongan keluarga, sedangkan becak idealnya satu penumpang saja," katanya.

(ANTARA/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK