Tak Perlu Takut Gunakan Peralatan Makan Reusable di Restoran

CNN Indonesia | Minggu, 28/06/2020 14:34 WIB
Ilustrasi hidangan di sebuah kafe Ilustrasi. Lebih dari 100 pakar menandatangani pernyataan yang menjamin keamanan penggunaan peralatan makan reusable di restoran selama masa pandemi. (Dan Cooper/Stokpic).
Jakarta, CNN Indonesia --

Peralatan makan yang dapat digunakan kembali seperti piring dan gelas aman dipakai selama pandemi Covid-19. Para ahli menjamin keamanan asalkan wadah makan dicuci dengan cara yang benar.

Sepanjang pandemi, meningkatnya kebutuhan akan alat pelindung diri (APD) dan penggunaan peralatan sekali pakai di restoran telah berkontribusi terhadap peningkatan sampah plastik. Banyak pihak beranggapan bahwa wadah makan dan minum yang dapat digunakan kembali tak higienis.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, lebih dari 100 ilmuwan telah menandatangani pernyataan yang berusaha meyakinkan masyarakat akan keamanan menggunakan produk reusable selama dicuci dengan bersih.


Pernyataan tersebut diterbitkan pada Senin (22/6). Pernyataan ditandatangani oleh sejumlah ilmuwan termasuk ahli epidemiologi, ahli virologi, ahli kimia, ahli biologi, dan para dokter.

Mereka menyatakan bahwa wadah makan dan minum reusable aman untuk digunakan selama masa pandemi Covid-19 selama dibersihkan dengan cara yang tepat.

Ahli kimia dari Oxford University, Charlotte Williams mengatakan, pandemi seharusnya tak membuat orang berhenti menyelesaikan masalah polusi plastik.

"Saya berharap agar kita bisa keluar dari krisis Covid-19 tanpa lupa untuk tetap menyelesaikan masalah yang sama berbahayanya seperti sampah plastik," ujar Williams, mengutip The Independent.

Juru kampanye Greenpeace, Nina Schrank mengapresiasi apa yang dilakukan para ilmuwan.

"Sangat bagus ketika lebih dari 100 pakar meyakinkan kita bahwa wadah makan reusable tetap aman untuk digunakan jika dicuci dengan benar," ujar Schrank.

Pandemi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Kendati demikian, lanjut Schrank, perubahan itu bukan berarti membuat masyarakat lupa pada konsep hidup berkelanjutan.

(asr)

[Gambas:Video CNN]