Studi: Pakai Masker Bikin Orang Lebih Jaga Jarak

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 05:33 WIB
Pelaku UKM menata produk masker di rumah produksinya di Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (21/3/2020). Pelaku UKM mengaku, permintaan masker di tengah mewabahnya penyakit COVID-19 di Indonesia dalam kurun dua pekan terakhir telah menyebabkan permintaan masker dari industri rumahan meningkat, yakni dibanding hari biasanya sebelum wabah Novel Corona merebak sekitar 750-an buah, menjadi 1.800-2.200 buah per hari. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/hp. Penelitian menganalisis perilaku orang dalam menjaga jarak dan memakai masker. Hasilnya, orang tidak pakai masker cenderung tidak jaga jarak. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko).
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menunjukkan memakai masker lebih ampuh membuat orang menjaga jarak sosial atau social distancing bila dibandingkan saat sedang tidak memakai masker. Cara ini efektif untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona (covid-19)

Penelitian dari University of Padua, Italia, ini menganalisis perilaku orang dalam menjaga jarak dan pemakaian masker. Peneliti menggunakan alat pengukur yang berisi sensor untuk mengetahui kedekatan dengan orang lain. Penelitian ini mengukur lebih dari 12 ribu pertemuan dengan orang lain.

Hasilnya studi ini mendapati bahwa saat orang tidak memakai masker, mereka cenderung tidak menjaga jarak atau berada sangat dekat dengan orang lain. Sebaliknya, saat seseorang memakai masker, mereka menjaga jarak hampir dua kali lipat atau sesuai dengan arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Peneliti menjelaskan hal ini terjadi karena memakai masker meningkatkan kesadaran dan juga memberikan peringatan kepada orang lain bahwa terdapat risiko dan bahaya yang mengancam.

"Mengenakan masker mengirimkan pengingat visual kepada orang lain untuk menjaga jarak," terang peneliti Massimo Marchiori, dikutip dari situs kesehatan Health Line.

Penelitian lain menunjukkan memakai masker dan menjaga jarak merupakan pencegahan covid-19 yang efektif. Studi yang dipublikasikan di The Lancet menunjukkan kemungkinan transmisi virus mencapai 12,8 persen pada jarak kurang dari 1 meter.

Transmisi itu turun menjadi 2,6 persen ketika penerapan physical distancing pada jarak lebih dari 1 meter. Social distancing pada jarak 2 meter akan lebih efektif mencegah transmisi virus.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan peluang transmisi virus akan mencapai 17,4 persen saat seseorang tak mengenakan masker. Namun, peluang itu turun menjadi 3,1 persen saat seseorang memakai masker.

Menggabungkan dua metode pencegahan ini yakni memakai masker dan menjaga jarak bakal semakin menurunkan risiko transmisi virus corona.

(ptj/bir)