Rangkul Remaja, BKKBN Tekankan soal Pengetahuan Reproduksi

BKKBN, CNN Indonesia | Minggu, 28/06/2020 18:20 WIB
Ilustrasi Teman Wanita Ilustrasi remaja. (Foto: AdinaVoicu/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tampil dengan wajah baru sejak 2019. Tidak hanya logo maupun tagline Berencana itu Keren serta jingle baru yang dinyanyikan oleh aktris Prilly Latuconsina, mereka kini juga merangkul generasi muda.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, BKKBN adalah sahabat keluarga, sahabat remaja. Ia menyebut program dan rencana pelayanan kepada masyrakat akan berganti seiring perubahan fokus yang membidik remaja dan generasi muda di bawah 40 tahun.

"Sekarang kita [BKKBN] tugasnya kependudukan, Keluarga Berencana, kesehatan reproduksi, pembangunan remaja. Jadi yang akan kita tekankan pada remaja, yaitu kesehatan reproduksi dan pembangunan keluarga," ungkap Hasto dalam acara Road to Hari Keluarga Nasional Ke-27 yang diadakan CNNIndonesia, Sabtu (27/6).


Menurut Hasto, perencanaan pembangunan keluarga bertujuan agar anak yang kelak dilahirkan menjadi generasi unggul dan sehat. Pasangan muda yang ingin menikah hendaknya mengetahui 8 fungsi keluarga sebagai dasar, yakni fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, sosial budaya, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

Hasto menambahkan, pengetahuan remaja saat ini tentang reproduksi masih jauh dari mencukupi. Karena itu ia menekankan penting untuk menjalin komunikasi yang baik dengan remaja, agar membicarakan reproduksi tidak menjadi hal tabu.

"Memang kita harus menyadari, pengetahuan remaja tentang bagaimana kesehatan reproduksi, cara menjaga kesehatan reproduksi yang baik, bagaimana menyiapkan generasi yang unggul, itu masih kurang. Jujur masih kurang, karena di sekolah dia kurang mendapat pelajaran, di masyarakat juga kurang,"

"Anak-anak muda sekarang, yang umurnya di bawah 40 tahun, sangat menentukan masa depan, karena mereka ini yang akan melahirkan [generasi berikutnya], menghadirkan generasi baru yang akan datang. Ayo, kalau mau hamil, direncanakan, sehingga generasi muda ini sudah punya perencanaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa memiliki dua anak itu lebih sehat. Ia memilih menggunakan kata 'sehat', karena baginya 'cukup' berarti relatif tidak sama bagi banyak orang.

"Saya kasih pesan ini, satu hal. Dua anak itu lebih sehat, tidak bisa dibantah, karena kalau anaknya tiga, empat, lima, ternyata kematian ibu lebih tinggi, kematian bayi lebih tinggi. Tetapi dua [anak] itu lebih sehat," katanya.

(rea)