Perbarui Panduan Faktor Risiko Covid-19, CDC Hapus Batas Usia

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 08:11 WIB
Petugas medis dari Puskesmas Pulogadung mengambil tes swab bagi pedagang dan pengunjung di Pasar Rawamangun, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Pasar Rawamangun. CNNIndonesia/Safir Makki Ilustrasi: CDC menghapus batas usia dalam pedoman orang yang berisiko terkena Covid-19. Selain itu daftar masalah kesehatan yang bisa memperparah kondisi pun bertambah. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menghapus kategori usia pada faktor risiko orang yang berpotensi terinfeksi virus corona. Langkah ini dilakukan menyusul diperbaruinya pedoman mengenai faktor risiko orang yang terkena Covid-19.

Mulanya otoritas kesehatan tersebut menetapkan orang yang berusia di atas 65 tahun lebih berisiko terserang virus yang hingga Senin (29/6) menginfeksi lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia. Tapi data menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 pada orang Amerika yang berusia muda.


Karena itu pada pekan lalu CDC mengumumkan bahwa seluruh orang mesti waspada, tanpa pengecualian. Sebab segala usia bisa terserang virus ini.

"Ketika sampai pada usia, tak ada garis terang untuk risiko. Tidak ada batas usia yang tepat di mana orang harus atau tidak boleh khawatir," ungkap Direktur CDC Jay Butler dalam media briefing seperti dikutip laman kesehatan WEB MD.

Kendati, tak ditampik bahwa faktor usia masih memainkan peran penting dalam pengukuran risiko orang yang terinfeksi virus corona. Semakin tua yang terinfeksi maka dampak bakal lebih buruk.

Sebagai ganti penghapusan 'usia 65 tahun atau lebih tua', CDC menambahkan kategori 'orang dewasa tua (older adult)' di bawah tab 'Orang-orang yang Membutuhkan Tindakan Pencegahan Ekstra".

Direktur CDC Robert Redfield mengatakan, lembaganya memahami bahwa risiko adalah sesuatu yang berkelanjutan.

"Adalah sebuah yang kontinu, bukan hanya risiko bagi mereka yang berusia 65 tahun dan lebih tua," kata dia.

CDC menerangkan orang berusia 50 tahun berisiko lebih tinggi dibanding yang berusia 40 tahun. Demikian pula pada mereka yang berusia 60an tahun dan 70an tahun memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibanding populasi kelompok muda.

Infografis Kamus Istilah Penyakit terkait Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Infografis Kamus Istilah Penyakit terkait Virus Corona

Selain soal usia, CDC juga memperbarui daftar kondisi kesehatan yang berpotensi memperparah keadaan atau komplikasi seseorang ketika terserang Covid-19. Berikut kondisi--dengan bukti tinggi--yang dapat meningkatkan risiko:

- Penyakit ginjal kronis
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) seperti emfisema
- Orang dengan imunitas rendah, misalnya karena transplantasi organ
- Obesitas
- Gangguan serius pada kesehatan jantung (seperti gagal jantung atau penyakit arteri koroner)
- Penyakit sel sabit
- Diabetes tipe 2

CDC juga mengeluarkan daftar kondisi umum lain yang dapat berkontribusi memperparah Covid-19. Di antaranya seperti asma, demensia, penyakit serebrovaskular, fibrosis kistik, tekanan darah tinggi, penyakit hati, fibrosis paru, diabetes tipe 1, kebiasaan merokok, perempuan hamil, dan talasemia.

Kondisi perempuan hamil ditambahkan dalam daftar berdasar pada temuan penelitian CDC. Hasil studi menempatkan perempuan hamil berisiko lebih tinggi terhadap infeksi virus corona.

Para peneliti menyatakan, perempuan hamil cenderung membutuhkan perawatan intensif dan dukungan pernapasan dari ventilator. Sebab bagaimanapun, kelompok ini lebih berisiko meninggal akibat Covid-19.

Pembaruan CDC mengenai faktor risiko Covid-19 terkait usia dan masalah kesehatan bawaan ini dilakukan setelah analisa dari kasus-kasus di seluruh Amerika Serikat. Covid-19 merupakan penyakit baru sehingga data dan informasi pun masih terbatas.

CDC menyarankan, penting bagi orang-orang berisiko tinggi atau orang-orang yang tinggal bersama kelompok berisiko tinggi untuk melindungi diri. Cara terbaik adalah sebisa mungkin membatasi interaksi dengan banyak orang, patuhi protokol kesehatan dan jika Anda merasa sakit maka hubungi penyedia fasilitas layanan kesehatan.

INFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONAFoto: CNN Indonesia/Fajrian
INFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONA
(NMA)

[Gambas:Video CNN]