Cara Mencegah Kulit dari Bahaya Terpapar Sinar UV

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 20:02 WIB
young woman getting sunlight. beauty and skincare concept. Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit dan tubuh. Berikut cara mencegah kulit dari paparan sinar UV.(Istockphoto/Metamorworks)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit dan tubuh. Efek radiasi bisa menimbulkan kerusakan kulit dan mata hingga kanker. Penting untuk mencegah kulit dari paparan sinar UV baik yang berasal dari matahari maupun sejumlah benda yang memiliki sinar UV.

Setiap orang mesti melindungi diri dari sinar UV terutama jika beraktivitas di luar ruangan. Pasalnya, Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun yang dapat meningkatkan risiko pada sejumlah bahaya.

Hindari sinar matahari saat radiasi UV sedang berada di titik tertinggi yakni sekitar pukul 10.00-16.00. Jika ingin mendapatkan khasiat sinar matahari untuk vitamin D dan daya tahan tubuh, paparan sinar matahari tak boleh lebih dari 15 menit.


Berikut cara mencegah kulit dari paparan sinar UV.

1. Memakai sunscreen

Kenakan tabir surya  atau sunscreen yang dapat melindungi kulit dari dua jenis sinar UV sekaligus yakni UVA dan UVB. Selain itu pilih juga sunscreen dengan SPF atau indikator perlindungan minimal 15.

Gunakan tabir surya pada bagian yang terpapar matahari seperti wajah, leher, lengan, dan kaki. Aplikasikan kembali setiap dua jam atau lebih sering jika berkeringat dan berenang untuk perlindungan yang maksimal.

2. Menggunakan pakaian tertutup

Sebisa mungkin gunakan pakaian tertutup ketika beraktivitas di luar ruangan. Pilih pakaian tertutup yang nyaman agar tetap leluasa beraktivitas. Sejumlah pakaian juga memberikan perlindungan anti UV.

Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang. Kain yang berwarna gelap juga memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan yang berwarna terang. Pakai pula topi bundar untuk melindungi kepala dari paparan sinar matahari.

Saat naik motor kenakan sarung tangan dan juga kaus kaki untuk melindungi kulit. Biasanya, telapak tangan dan kaki yang terpapar sinar matahari dapat membuat kulit menjadi lebih gelap dan belang.

3. Kacamata hitam anti UV

Hindari melihat langsung sinar matahari dengan mata kosong. Kulit di sekitar mata merupakan kulit tipis yang rentan terhadap kanker. Sinar matahari juga dapat menyebabkan katarak dan kerusakan mata permanen.

Pakai pula kacamata hitam yang dapat menghambat sinar UV. Kacamata anti UV ditandai dengan label penyerapan UV hingga 400 nm atau memenuhi persyaratan UV ANSI yang dapat menghalangi radiasi hingga 99 persen.

Pilih pula kacamata hitam dengan bingkai atau lensa besar yang dapat melindungi secara menyeluruh dari berbagai sudut.

4. Payung anti UV

Menggunakan payung anti UV juga dapat melindungi diri dari paparan sinar matahari saat berada di ruang terbuka.

Selain itu, berada di tempat yang teduh seperti di bawah pohon juga bisa menjadi salah satu cara mencegah paparan sinar matahari.

5. Jangan berada di tempat yang memantulkan cahaya

Hindari pula tempat yang reflektif atau dapat memantulkan cahaya seperti air, pasir, kaca, dan jendela. WHO menyatakan banyak radiasi dapat muncul dari pantulan sejumlah benda.  Pasir dapat memantulkan hingga 25 persen radiasi matahari.

Pada kaca atau jendela seperti di rumah dan di mobil gunakan kaca yang dapat melindungi dari sinar matahari.

(ptj/chs)

[Gambas:Video CNN]