Mengenal Komplikasi Diabetes yang Diderita Papa T Bob

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 15:48 WIB
Ilustrasi diabetes Ilustrasi: Dalam jangka panjang, komplikasi diabetes berkembang bertahap. Kian lama mengidap diabetes dengan gula darah tak terkontrol, kian tinggi pula risiko komplikasi. (Foto: Pixabay/stevepb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pencipta lagu anak, Erwanda Lukas atau yang kesohor dengan nama Papa T Bob meninggal pada usia 59 tahun, Jumat (10/7). Sebelum mengembuskan napas terakhir, pencipta lagu anak era 90an ini mengidap penyakit komplikasi akibat diabetes.

Penyakit diabetes lambat laun dapat memicu kemunculan penyakit lain yang akhirnya menimbulkan komplikasi. Dalam jangka panjang, komplikasi diabetes akan berkembang secara bertahap.


Kian lama seseorang menderita diabetes maka gula darah pun semakin tidak terkontrol. Alhasil, risiko komplikasi kian meningkat. Komplikasi diabetes pada akhirnya bisa berujung melumpuhkan Anda bahkan mengakibatkan kematian.

Ahli spesialis penyakit dalam, Tri Juli Edi mengungkapkan yang sering terjadi di Indonesia komplikasi berupa kerusakan pada saraf (neuropathy). Komplikasi ini salah satunya ditandai dengan kesemutan.

Kondisi ini terdengar sepele, namun jika tak ditangani dengan baik dan segera dapat berakibat fatal.

"Kalau mereka merasa kesemutan dan mati rasa pada kakinya, bisa saja mereka menginjak paku dan tidak merasakannya, yang akhirnya akan membuat kaki mereka membusuk," tutur Edi beberapa waktu lalu saat menjelaskan soal bahaya komplikasi diabetes.

Infografis Komplikasi DiabetesFoto: CNN Indonesia/ Fajrian
Infografis Komplikasi Diabetes

Kelebihan gula dapat melukai dinding pembuluh darah kecil yang menyehatkan saraf, terutama pada kaki. Akibatnya berupa kesemutan, mati rasa, rasa terbakar atau nyeri mulai dari ujung kaki atau jari secara bertahap menyebar ke atas.

Tri Juli menjelaskan terdapat dua jenis diabetes yang juga mengakibatkan efek yang berbeda. "Diabetes yang menyerang pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil, yang akhirnya menimbulkan komplikasi," kata Edi.

Saat diabetes yang menyerang pembuluh darah besar maka komplikasi yang akan muncul berupa stroke, serangan jantung, hingga kondisi yang bisa mengakibatkan penderitanya mengamputasi bagian tubuh. Sedangkan diabetes yang menyerang pembuluh darah kecil akan mengakibatkan kebutaan, gagal ginjal dan ereksi.

Neuropathy atau kerusakan saraf termasuk yang menyerang pembuluh darah kecil. Serupa dengan ereksi yang juga termasuk komplikasi diabetes karena titik serang ke pembuluh darah kecil.

Jika pada pria mengakibatkan gangguan seksual berupa ereksi juga impotensi, pada perempuan diabetes berpotensi menyebabkan keputihan.

"Ini gejala yang tidak klise. Diabetes dapat menyebabkan masalah seksual. Gangguan seksual ini juga bisa menjadi tanda Anda memiliki diabetes," kata ahli penyakit dalam, dr Dante Saksono dalam diskusi bersama Novo Nordisk di Jakarta beberapa waktu lalu.

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria mencapai dan mempertahankan ereksi yang sempurna sehingga aktivitas seksual tak memuaskan. Pada penderita diabetes, aliran darah sering kali tersumbat, termasuk di bagian alat kelamin pria.

Alhasil, saat berhubungan seksual, darah tak bisa mengalir dengan sempurna dan membuat kemampuan ereksi berkurang.

"Penelitian menemukan, diabetes dapat membuat kemampuan ereksi seseorang 10 tahun lebih tua dari usia sebenarnya," tutur Dante.

Para dokter menyarankan pengidap Diabetes yang sudah mencapai tingkat komplikasi untuk memperhatikan pola hidup dan pola makan. Pelbagai komplikasi bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan seimbang, diet seimbang dan olahraga teratur.

(NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]