Pentingnya Kontrol Gula Darah untuk Cegah Komplikasi Diabetes

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 19:45 WIB
Proses pengecekan gula darah dalam acara Ilustrasi: Teratur mengecek gula darah adalah langkah awal menjauh dari komplikasi diabetes. Dengan begitu Anda bisa mengontrol gula darah sesuai dengan kisaran normal. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pencipta lagu anak era 90-an Papa T Bob berpulang di usia 59 tahun. Sebelumnya pemilik nama Erwanda Lukas itu diketahui menderita komplikasi diabetes.

Diabetes merupakan penyakit kronis dengan kondisi kadar gula darah terlalu tinggi. Diabetes berisiko menimbulkan komplikasi atau perubahan kondisi dari penyakit awal yang bisa jadi memburuk atau menunjukkan gejala lebih banyak.  

Namun Rudy Kurniawan, dokter spesialis penyakit dalam mengungkapkan bahwa komplikasi pada diabetes sesungguhnya bisa dicegah.


"Gimana mencegahnya? Kontrol gula darah dalam range yang diharapkan. Saat gula darah terkontrol, risiko komplikasi bisa menurun," kata Rudy dalam diskusi daring gelaran 'Learn from Sobat Diabet Community' Tropicana Slim, Jumat (10/7).

Dulu, diabetes hanya menyoal diabetes basah atau kering. Orang mencetuskan klasifikasi ini berdasar kondisi pasien. Diabetes basah berarti pasien menyandang luka yang sulit kering, sedangkan diabetes kering berarti pasien tidak mengalami luka.

Padahal, lanjut Rudy, dunia medis tidak lagi menggunakan klasifikasi itu. Diabetes diklasifikasikan menjadi dua yakni diabetes nonkomplikasi dan diabetes komplikasi.

Rudy menjelaskan klasifikasi tersebut terkait tata laksana yang diambil. Diabetes nonkomplikasi berarti gula darah sudah terkontrol dan tidak ada komplikasi. Sedangkan diabetes komplikasi bisa terbagi menjadi dua yakni, komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular.

Ia pun menerangkan, komplikasi mikrovaskular melibatkan pembuluh darah kecil seperti gangguan ginjal, mata dan saraf. Sementara diabetes komplikasi makrovaskular, berarti sudah melibatkan pembuluh darah besar sehingga timbul gangguan jantung dan stroke.

"Yang memerlukan perhatian ekstra itu mereka dengan komplikasi yang tidak terlihat seperti gangguan jantung, stroke dan ginjal. Kalau enggak dicek, (komplikasi) bisa lebih berbahaya daripada diabetesnya," ungkap Rudy.

"Ke rumah sakit enggak cukup lihat kadar gula darah. Perlu ada uji penapisan, screening komplikasi, sehingga bisa jadi bekal untuk membedakan treatment," kata dia lagi.

Bagaimana cara kontrol gula darah?

Infografis Komplikasi DiabetesFoto: CNN Indonesia/ Fajrian
Infografis Komplikasi Diabetes

Kontrol gula darah, terutama pada penyandang diabetes, tidak cukup mengandalkan obat minum atau obat suntik. Rudy menekankan pula kecukupan nutrisi dan aktivitas fisik. Selain itu melakukan cek gula darah secara teratur.

Biasanya orang melakukan cek gula darah di klinik atau apotek. Namun masa pandemi seperti ini membuat orang berpikir dua kali untuk keluar rumah, berinteraksi dengan orang lain, terlebih ke rumah sakit.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki alat ukur gula darah sendiri.

"Cek gula darah secara teratur, tapi kalau enggak punya glukometer repot. Enggak semua pasien punya. Kalau memungkinkan ke apotek atau Puskesmas yang tiap kecamatan ada," Rudy memberi saran.

"Kalau sama sekali terbatas, ya gimana jaga pola makan dan aktivitas fisik," imbuh dia lagi.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK