Durasi Kunjungan di Museum-museum Jakarta Dibatasi 1 Jam

CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 12:40 WIB
Pengunjung beraktivitas saat mengunjungi Museum Wayang di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2020. Sejumlah museum kembali dibuka untuk umum dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase pertama di Jakarta hingga 14 Juni 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Pengunjung di Museum Wayang di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta masa transisi, durasi berkunjung ke museum dibatasi hanya satu jam per orang.

"Ada durasi kunjungan, contohnya Museum Bank Indonesia, durasi kunjungannya satu jam. Dari mana menghitungnya? Dari waktu yang tertera di tiketnya jadi kayak di parkiran gitu," ujar Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta, Yiyok T Herlambang, dalam diskusi daring Bicara Wisata, Jumat (17/7), seperti yang dikutip dari Antara.

"Akan selalu ada pemandu dan pengeras suara untuk mengingatkan pengunjung yang berada di dalam. Kenapa hal ini dilakukan? Agar tidak terjadi penumpukan saat melihat koleksi yang menarik," lanjutnya.


Saat ini seluruh museum di DKI Jakarta hanya menerima 50 persen pengunjung dari kapasitas normal.

Setidaknya dalam satu hari museum hanya menerima 250 orang pengunjung.

Pembelian tiket pun sebagian dilakukan secara daring, untuk meminimalisir adanya kontak fisik antara pengunjung dan petugas museum.

"Kepada museum yang lebih maju, bisa melakukan pembelian tiketnya secara daring. Jadi kalau yang beli online ada record-nya, kalau pembelian langsung pakai KTP atau kartu pelajar jadi terlihat dia berasal dari mana," ujarnya.

Yiyok mengatakan, protokol keamanan dan keselamatan yang diterapkan di museum DKI Jakarta mengacu pada SOP yang diterapkan oleh museum di seluruh dunia dan juga pemerintah Indonesia.

"SOP museum kan lebih detail karena museum tidak hanya dikunjungi oleh berbagai orang tapi juga ada koleksi-koleksi yang berinteraksi dengan masyarakat," pungkasnya.

(ANTARA/ard)

[Gambas:Video CNN]