Studi: Gen Buat Orang Korea Tak Bau Badan

tim, CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 13:32 WIB
Namun tahukah Anda kalau ternyata orang Korea tak punya masalah dengan bau badan? Hal ini disebabkan karena gen mereka. Namun tahukah Anda kalau ternyata orang Korea tak punya masalah dengan bau badan? Hal ini disebabkan karena gen mereka. (Jung Yeon-je / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bau badan atau bau ketiak memang menjengkelkan. Ada beberapa orang yang punya masalah dengan hal ini sehingga membuat mereka tidak percaya diri.

Apalagi di suhu udara yang panas dan gerah, keringat biasanya tak terhindarkan. Berbagai hal pun dilakukan demi tak bau badan.

Namun tahukah Anda kalau ternyata orang Korea tak punya masalah dengan bau badan? Di musim panas, orang Korea tak perlu khawatir tentang bau badan dan ketiak mereka ketika berkeringat.


Menurut penelitian di Universitas Bristol, orang Korea bermutasi secara genetik dalam soal bau badan. Penelitian menyebut bahwa mereka memiliki masalah keringat yang lebih sedikit dibanding orang lainnya.

Mengutip The Korea Times, hal ini disebabkan oleh gen bau badan, ABCC11. Studi menyebut hanya 0,006 persen orang Korea yang memiliki gen gen ABCC11, penyebab utama di balik masalah bau. Penelitian ini didasarkan pada Allel Frequency Database (ALFRED), database gen yang dirancang oleh Universitas Yale. Para peneliti mengatakan rasio Korea adalah yang terendah di dunia.

"Gen ABCC11 pada dasarnya adalah satu-satunya penentu apakah Anda menghasilkan bau ketiak atau tidak," kata Ian Day, seorang ahli epidemiologi genetika di University of Bristol yang menerbitkan sebuah makalah tentang gen ABCC11 pada Livescience.

"Penelitian menunjukkan bahwa saat ini hanya 2 persen orang Eropa tidak memiliki gen bau, sebagian besar orang Asia Timur dan hampir semua orang Korea hanya sedikit yang punya gen ini."

Hal serupa ternyata juga dibenarkan oleh Dr. Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis di Departemen Dermatologi, Rumah Sakit Mount Sinai.

"Sebagian besar pasien Korea mengalami mutasi yang disebut ABCC11 yang mengubah komposisi keringat sehingga mereka tidak menghasilkan bau badan," katanya kepada Very Good Light.

"Bau badan dihasilkan ketika keringat dipecah oleh bakteri yang hidup secara alami di kulit. Tergantung pada komposisi keringat, bau mungkin berbeda atau tidak berbau sama sekali ketika dipecah oleh bakteri. Mutasi sama sekali tidak mengubah produksi keringat, jadi basah itu sendiri tidak terpengaruh. Antiperspiran mungkin masih perlu untuk mengurangi keringat, bahkan jika efek deodoran tidak diperlukan. "

Penyebab Bau Badan

Ketika tubuh berkeringat, bakteri memecah protein dalam keringat yang menghasilkan asam dan bau. Bau itulah yang disebut sebagai bau badan alias BB.

Bakteri tumbuh subur di area tubuh yang lembap, seperti ketiak, leher, pangkal paha, seputar kemaluan, paha atas, lipatan perut dan payudara, atau kaki.

Selain bakteri, ada beberapa penyebab lain yang turut menimbulkan bau badan seseorang bisa begitu menyengat. Misalnya, keringat berlebih, bertubuh gemuk, gemar makan makanan pedas dan mengandung belerang, mengonsumsi kafein dan alkohol, stres, keturunan.


Apa pun penyebabnya, Anda masih bisa bernapas lega karena masalah bau badan tak sulit untuk diatasi. Kuncinya, mulai biasakan diri menerapkan hidup bersih dan rajin merawat tubuh.Bahkan penyakit seperti diabetes, problem pada ginjal atau hati, tiroid yang terlalu aktif, acapkali menjadi biang keladi bau badan.

(chs)

[Gambas:Video CNN]