Berghain Kembali Buka, Pengunjung Hanya Bisa Dengar Suara

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 13:30 WIB
Berghain kembali membuka pintunya dan hanya 50 orang yang bisa masuk per sesi. Kali ini untuk pameran instalasi suara yang menakjubkan. Pameran instalasi suara di kelab malam techno legendaris di Berlin, Berghain. (AFP/STEFANIE LOOS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus corona memaksa kelab-kelab malam legendaris di Berlin tutup, tetapi "rumah" musik techno, Berghain, telah menemukan cara untuk membuka pintunya kembali demi memikat pengunjung dengan pameran suara yang tidak biasa.

Hanya 50 orang yang diizinkan masuk per sesi demi menjaga jarak fisik. Tetapi tanpa penjaga pintu yang terkenal pelit memberi akses masuk, dalam pameran ini tidak ada yang pengunjung yang perlu khawatir ditolak masuk.

Begitu berada di dalam Kessel Hall yang mengesankan, bukan suara techno yang memenuhi ruangan.


Alih-alih, pengunjung di bekas pembangkit listrik itu dihadapkan oleh oleh suara gemirisik alam liar, kebisingan kota yang lembut, bisikan manusia, sampai putaran baling-baling helikopter.

"Anda mendengarkan, Anda mengalami, Anda dapat menutup mata atau membiarkannya terbuka dan mengikuti suara di seberang ruangan," kata Carsten Seiffarth, co-kurator proyek Singuhr, pencetus pameran instalasi seni suara di Berghain, seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (28/7).

Pertunjukan, yang bertajuk 'Eleven songs -- Hall at Berghain' adalah gagasan dari duo artistik. Sam Auinger dan Hannes Strobl, yang dihelat hingga 2 Agustus 2020.

Sang kurator, Markus Steffens, mengatakan pasangan itu diundang memberi pengalaman menikmati seni akustik dalam ruangan berdinding beton dengan langit-langit tinggi yang kerap "disembah" oleh pecinta musik techno.

"Ruangan itu sendiri menjadi instrumen bagi mereka," kata Steffens, di mana suara berinteraksi dengan arsitektur untuk menciptakan pengalaman mendengarkan yang berbeda.

Visitors listen to the sound installation ìeleven songs ñ halle am berghainî at Berghain club in Berlin on July 24, 2020. - The sound installation of Sam Auinger and Hannes Strobl called tamtam was conceived especially for the hall and uses acoustic means to activate the architecture of the spatial arrangement, while the dance club itself remain closed due to the novel coronavirus COVID-19 pandemic. (Photo by STEFANIE LOOS / AFP)Pengunjung bisa sambil rebahan sembari menikmati pameran instalasi suara di Berghain. (AFP/STEFANIE LOOS)

Antrean dan masker

Proyek ini disusun tahun lalu, jauh sebelum Jerman dikunci untuk mengekang penyebaran pandemi COVID-19.

Meskipun banyak pembatasan telah dicabut dalam beberapa bulan terakhir dengan toko-toko, restoran dan museum diizinkan untuk buka kembali, klub malam tetap tertutup karena ada kekhawatiran bahwa kerumunan besar dalam ruangan dapat memicu lonjakan infeksi.

Penyelenggara pameran suara di Berghain mengatakan mereka awalnya khawatir tidak ada orang yang datang.

"Kami tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi. Bagaimana jika tidak ada yang datang karena mereka takut terinfeksi?" kata Seiffarth.

Tapi dia tidak perlu khawatir. Pengunjung, yang memakai masker, sudah mengantre untuk masuk.

Dengan jumlah pengunjung yang dibatasi hingga 50 orang per sesi, penggemar seni dapat menjelajah dengan nyaman di seluruh aula yang luas, sementara jendela besar yang terbuka memungkinkan banyak udara segar masuk, kata Seiffarth.

Pengunjung juga terlihat antusias, mungkin karena sudah lama ingin segera keluar rumah setelah isolasi mandiri berbulan-bulan, kata Seiffarth.

"Di sini, Anda bisa berbaur bersama orang lain," kata Seiffarth.

"Pameran ini juga memberi pengalaman menjelajahi ruangan legendaris ini, sekaligus merasakan emosi saat berada di sini, melalui indera pendengaran."

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]