Hari Hepatitis Sedunia

Hari Hepatitis Dunia, Hapus Penularan Hepatitis B Ibu ke Anak

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 15:03 WIB
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia tahun ini, WHO fokus mengeliminasi penularan hepatitis B dari ibu ke anak. Upaya ini mengingat penurunan infeksi pada balita. Ilustrasi: Peringatan Hari Hepatitis Sedunia tahun ini, WHO fokus mengeliminasi penularan hepatitis B dari ibu ke anak. Upaya ini mengingat penurunan infeksi pada balita. (Foto: yc0407206360/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memfokuskan peringatan Hari Hepatitis Sedunia tahun ini pada pencegahan penularan hepatitis dari ibu ke anak. Karena itu momen pada 2020 ini mengusung tema 'Hepatitis-free future' atau masa depan bebas dari hepatitis.

Saban 28 Juli diperingati sebagai World Hepatitis Day atau Hari Hepatitis Sedunia. Peringatan ditujukan untuk memunculkan kesadaran global akan virus hepatitis yang bisa mengakibatkan peradangan hati tersebut.

WHO memperkirakan penurunan proporsi anak di bawah 5 tahun dengan infeksi hepatitis B kronis hingga di bawah 1 persen pada 2019. Jika dibandingkan dengan era pra-vaksin (antara 1980-an dan awal 2000-an) yang tercatat menurun sekitar 5 persen.


Capaian tersebut dianggap sebagai salah satu tonggak menuju eliminasi hepatitis B sepenuhnya.

"Seharusnya tidak boleh ada bayi yang tumbuh hanya untuk meninggal akibat hepatitis B karena mereka tidak divaksin. Tonggak capaian hari ini berarti kita mampu menurunkan angka kasus kerusakan hati dan kanker hati secara dramatis di generasi mendatang," ucap Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO melalui pernyataan resmi dikutip dari laman WHO.

"Pencegahan transmisi dari ibu ke anak adalah strategi paling penting untuk mengendalikan penyakit dan menyelamatkan kehidupan. Meski di tengah masa pandemi Covid-19, kita harus memastikan ibu dan bayi baru lahir memiliki akses untuk memperoleh layanan kesehatan termasuk vaksin hepatitis B," kata dia lagi.

Secara global, lebih dari 250 juta orang hidup dengan infeksi hepatitis B kronis. Bayi termasuk kelompok rentan infeksi. Sekitar 90 persen anak terinfeksi virus hepatitis B (HBV) pada tahun pertama mereka hidup.

Virus yang menimbulkan peradangan hati ini disebut membunuh hampir 900 ribu orang tiap tahun.

Infografis Beda-Hepatitis-A,-B,-C,-D,-dan-EFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Beda-Hepatitis-A,-B,-C,-D,-dan-E

Bayi bisa dilindungi dari HBV lewat vaksinasi. WHO merekomendasikan seluruh bayi sebaiknya memperoleh vaksin hepatitis B sesegera mungkin setelah lahir atau dalam waktu 24 jam.

Selain itu, WHO juga merekomendasikan strategi lain untuk memberikan perlindungan ekstra untuk anak-anak.

Ibu hamil sebaiknya diberikan layanan antivirus untuk mengurangi transmisi--termasuk dengan tes HBV selama masa kehamilan. Kemudian langkah berikutnya, ibu hamil yang positif hepatitis B dan memiliki tingkat HBV tinggi dalam darah (viral load HBV) harus menjalani terapi antivirus preventif dengan tenofovir dari minggu ke 28 kehamilan hingga kelahiran.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]