Setelah 300 Tahun, Pulau Kuno di AS Boleh Didatangi Turis

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 11:45 WIB
Selama 300 tahun, Pulau Sipson merupakan pulau pribadi. Organisasi nirlaba lalu membeli pulau yang aslinya milik suku asli Amerika itu. Pulau Sipson. (Screenshot via web sipsonislandtrust.org)
Jakarta, CNN Indonesia --

Untuk pertama kalinya setelah 300 tahun, sebuah pulau di lepas pantai Cape Cod, Massachusetts, Amerika Serikat, akhirnya boleh dikunjungi turis umum.

Pulau Sipson telah dimiliki secara pribadi sejak tahun 1711, ketika pulau itu dijual oleh Suku Monomoyick ke pendatang kulit putih.

Sekarang, pulau teduh yang berpasir putih itu diharapkan bisa menjadi objek wisata alam dan budaya penduduk asli Amerika, dengan bantuan pengelolaan oleh organisasi nirlaba Sipson Island Trust yang baru terbentuk.


"Sangat penting bagi kami sebagai organisasi dan komunitas untuk dapat mengomunikasikan pentingnya sejarah asli di pulau ini, dan mewariskan nilai-nilai kehidupan dari penduduk pulau itu sebelum tahun 1711," kata Presiden Sipson Island Trust, Tasia Blough, seperti yang dikutip dari CNN International pada Selasa (4/8).

Pulau seluas 9,7 hektare yang dibuka untuk umum pada hari Sabtu (1/8) itu terletak tak jauh dari pantai Cape Cod di daerah yang dikenal sebagai Pleasant Bay - daerah yang kelestarian lingkungan hidupnya sedang terancam rusak.

Wisatawan dipersilakan melakukan pendakian, berjemur di pantai, sampai snorkeling dengan pemandangan 360 derajat ke seluruh wilayah Pleasant Bay dari Pulau Sipson.

"Ketika pulau dijual, tak sedikit organisasi konservasi yang ingin menemukan cara untuk mengumpulkan uang demi melindunginya, melestarikannya, dan membuat pulau ini bisa diakses oleh publik," kata Blough.

Masalah utama dalam pelestarian Pulau Sipson adalah biaya.

Dipasarkan seharga US$12 juta (sekitar Rp176 miliar), harga itu dirasa terlalu mahal bagi kocek organisasi nirlaba.

Pada akhirnya, selama empat tahun terakhir, organisasi Friends of Pleasant Bay turun tangan untuk membantu meningkatkan donasi serta mengurus perpanjangan tanggal penjualan pulau untuk mewujudkannya.

Pada bulan Juni, ada bantuan dari donatur swasta sebesar US$5,3 juta (sekitar Rp77,9 miliar).

Sekarang Pulau Sipson sepenuhnya terbuka untuk umum. Pengunjung diminta untuk mengakses pulau dari pantai timur.

Namun, hanya kapal yang dangkal di bawah 22 kaki yang dapat berlabuh karena terdapat ekosistem yang sensitif di perairannya.

Dalam lima tahun ke depan, Sipson Island Trust berencana untuk merobohkan tiga dari empat bangunan yang saat ini ada di pulau itu untuk dibangun ulang menjadi pusat penelitian dan pendidikan terbuka.

Tujuannya adalah untuk memulihkan ekologi pulau, mendukung pendidikan dan penelitian lingkungan dan sejarah, serta untuk menyediakan fasilitas rekreasi publik di sekitar Sipson.

Masih ada 8 hektare tanah di Pulau Sipson yang masih belum dimiliki Sipson Island Trust.

Organisasi nirlaba itu berharap bisa kembali mengumpulkan donasi agar seluruh pulau berikut sejarah suku asli Amerika bisa kembali dinikmati oleh publik.

(ard)

[Gambas:Video CNN]