Nekat ke Pantai, Pengunjung Digentayangi Sang Pencabut Nyawa

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 16:17 WIB
Walau dilarang masuk, penduduk lokal dan turis melompati pagar untuk menyelinap ke dalam pantai-pantai di Puerto Morelos, Meksiko. Santa Muerte "berpatroli" di Pantai Puerto Morales. (AFP/ELIZABETH RUIZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Meskipun beberapa kota di Meksiko terus masuk dalam zona merah pandemi virus corona, sebagian besar penduduknya tetap nekat meninggalkan rumah dan memenuhi pantai demi menikmati sinar matahari yang bersinar cerah.

Demikian halnya dengan wisatawan di Puerto Morelos, Quintana Roo. Meskipun pantai masih ditutup, mereka berbondong-bondong ke pantai-pantai umum seolah-olah itu hanya hari libur biasa.

Mengutip Al Dia News pada Selasa (4/8), pantai-pantai di Quintana Roo masih ditutup karena setelah fase pembukaan awal kawasan itu kembali masuk zona merah.


Walau dilarang masuk, penduduk lokal dan turis melompati pagar untuk menyelinap ke dalam pantai.

Oleh karena itu, seorang pria berpakaian yang berpakaian bak malaikat pencabut nyawa atau Santa Muerte, memutuskan berjalan-jalan di sekitar pantai untuk mengingatkan pengunjung akan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah.

Di tengah patrolinya, sang Santa Muerte kadang mendekati pengunjung yang berjemur terlalu dekat, piknik dalam jumlah yang terlalu banyak, atau beraktivitas tanpa mengenakan masker.

Sosok Santa Muerte di tengah pantai juga sebagai imbauan kepada pengunjung bahwa jumlah kasus virus COVID-19 bukanlah hanya sekadar angka.

Sejumlah pengunjung menghargai sang Santa Muerte, sementara yang lain mengabaikannya dan bahkan memintanya melakukan selfie bersamanya.

Hingga 2 Agustus 2020, Quintana Roo melampaui 1.000 kasus kematian akibat virus corona.

Sementara itu, total kasus kematian di Meksiko tercatat lebih dari 47 ribu, sehingga negara ini termasuk salah satu dari lima negara dengan kasus kematian akibat COVID-19 yang tertinggi di dunia.

(ard)

[Gambas:Video CNN]