Sustainable Fashion, Tak Sekadar Aktivitas Daur Ulang Kain

tim, CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 18:06 WIB
Desainer Ali Charisma mengungkapkan bahwa sustainable fashion itu bukan sekadar tagline atau marketing strategy yang sekarang sedang booming. ilustrasi: Desainer Ali Charisma mengungkapkan bahwa sustainable fashion itu bukan sekadar tagline atau marketing strategy yang sekarang sedang booming.(wendybuiter/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fashion ambil bagian dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020. Bekerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC), tema yang akan diambil adalah 'Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle'. Menurut Ali Charisma, chairman IFC, sustainable fashion atau fashion berkelanjutan tidak bisa tercapai dengan baik kalau lifestyle alias gaya hidup tidak berkelanjutan.

"Sustainable itu enggak sekadar tagline atau marketing strategy yang sekarang lagi booming. Konsep ini memang sedang tren dipakai. Melalui ISEF ini sustainable bukan cuma strategi tapi juga gaya hidup," ujar Ali dalam konferensi pers virtual pada Selasa (11/8).

Akan tetapi, apa itu sustainable fashion atau fashion berkelanjutan?


Dalam kesempatan serupa Taruna K. Kusmayadi, dewan penasihat IFC, mengatakan konsep 'sustainable' tak melulu praktik daur ulang saja. Keberlangsungan menggambarkan keberadaan produsen dan konsumen, keduanya sama-sama diuntungkan dalam laku fashion. Saat ada permintaan, maka produsen mampu menyediakan barang didukung rantai suplai (supply chain) yang memadai.

Pria yang akrab disapa Nuna ini menambahkan produk fashion berkelanjutan juga tidak semua dibanderol dengan harga tinggi juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Contoh nyata praktik fashion yang memperhatikan lingkungan adalah penggunaan bahan baku yang tidak melukai lingkungan.

"Sustainable fashion itu sudah lama digaungkan di Eropa Utara, mungkin agak masih baru di Asia Tenggara. Baru 4-5 tahun belakangan kita baru menyibukkan diri dengan itu," kata Nuna.

Bagaimana implementasi konkret dari sustainable fashion?

Anda bisa mulai mengimplementasikan fashion berkelanjutan dengan hal-hal sederhana. Mengutip dari laman Sustainable Fashion Matterz, Anda bisa melakukan clothing swap (bertukar baju), belanja baju second hand atau dikenal dengan istilah 'thrifting', slow fashion atau busana yang diproduksi dalam jumlah terbatas dengan memperhatikan proses produksinya, produk vegan yang ramah lingkungan, belanja produk lokal, cermat dalam berbelanja atau konsep minimalisme, memilih baju berbahan katun organik sehingga penggunaan pestisida minimal, juga mendaur ulang busana lama.

Menilik industri fashion Indonesia, Ali menilai industri fashion terutama UMKM Indonesia sebagian besar sudah mengimplementasikan sustainable fashion. Salah satu hal yang menonjol adalah tidak memproduksi berlebihan (overproduction). Namun harus diakui masih banyak yang perlu diperbaiki dan dikembangkan terkait sustainable fashion.

Cakupan perlu diperluas tidak hanya produksi terbatas. Ia berkata sisi zero waste, penggunaan serat alami atau serat buatan, dan masih banyak sisi lain. Selain itu, publik maupun penikmat fashion belum sadar akan konsep sustainable fashion.

"Publik belum aware, desainer belum terlalu mengerti soal fair trade, supaya produk tidak mahal gimana. Kadang kurang diskusi dengan tim kerja, gimana menurunkan cost tapi pekerja tidak dirugikan. Kami semua masih dalam pembelajaran," katanya.

Fashion woman on the beachFoto: Istockphoto/Osuleo
ilustrasi fashion

Gelaran puncak bakal digelar selama 4 hari yakni pada 27-31 Oktober 2020. Tak hanya fashion show, akan ada trade show, juga talkshow yang bakal jadi ajang diskusi antarpelaku industri fashion terlebih di situasi pandemi seperti sekarang. Sebanyak sekitar 164 desainer akan bergabung dalam 12 slot fashion show.

Yang unik adalah lini digital trade show di mana produk fashion akan dipamerkan dan dijual selama 3 bulan mulai 28 Agustus - 2 Desember 2020. Ajang ini juga bakal menghadirkan butik-butik virtual dari 325 label dan desainer.

"Mari kita mulai bergerak jangan menunggu lagi. Tidak ada waktu yang tepat untuk menjalankan bisnis, aktivitas," imbuh Ali.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]