Peneliti Temukan Kekebalan Tubuh Tertentu Dapat Melawan HIV

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 18:03 WIB
Studi menemukan, sekelompok orang tertentu dapat sembuh sendiri dari infeksi HIV tanpa pengobatan. Tapi temuan ini, langka atau hanya pada sedikit orang. Ilustrasi: Studi menemukan, sekelompok orang tertentu dapat sembuh sendiri dari infeksi HIV tanpa pengobatan. Tapi temuan ini, langka atau hanya pada sedikit orang. (Foto: Istockphoto/ Jarun011)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru berhasil menemukan kekebalan tubuh pada orang tertentu berhasil mengalahkan human immunodeficiency virus (HIV). Temuan ini diharapkan dapat menjadi langkah baru dalam pengobatan infeksi HIV yang selama ini masih sulit disembuhkan.

Sejak virus ditemukan pada 1980-an, tercatat baru dua orang yang berhasil sembuh dari HIV melalui transplantasi sumsum tulang belakang.

Penelitian dari Ragon Institute of MGH, Amerika Serikat ini mendapati sejumlah kelompok orang yang langka dapat melawan HIV dengan sendirinya tanpa bantuan obat antiretroviral. Obat antiretroviral merupakan obat yang digunakan orang dengan HIV untuk menekan dan memperlambat perkembangan virus.


Peneliti menyebut kelompok langka ini dengan, pengendali elit atau elite controllers. Temuan tersebut didapat setelah peneliti menganalisis lebih dari 1,5 miliar sel yang diambil dari seorang pasien yang menunjukkan virus HIV tidak aktif. Pada orang kedua, hanya ditemukan satu salinan HIV yang berfungsi pada lebih dari 1 miliar sel darah yang dianalisis.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, peneliti menyimpulkan temuan ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan beberapa orang dapat menghilangkan dan merusak HIV.

Peneliti menyebut kelompok langka tersebut tidak memiliki gejala atau kerusakan yang disebabkan infeksi HIV. Para tim ahli juga mendapati, pada seperempat orang dalam kelompok ini memiliki varian genetik yang dapat melawan HIV.

Masih belum diketahui secara pasti bagaimana kerja gen yang dapat melawan HIV tersebut. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih detail.

"Setelah Anda mengetahui mekanisme ini bekerja, mungkin Anda dapat mengetahui apa yang salah pada orang lain dan menyesuaikannya," kata ahli virus dari Rutgers University Robert Wood Johnson Medical School Monica Roth, mengomentari penelitian, dikutip dari Science News.

(ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK