Jenis Permainan yang Tepat untuk Tumbuh Kembang Anak

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 13:15 WIB
Bukan cuma menyenangkan, bermain juga dapat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Bukan cuma menyenangkan, bermain juga dapat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.(StockSnap/Wil Stewart)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bermain bukan hanya sekadar kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Jenis permainan yang tepat dapat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.

Bermain merupakan cara yang efektif untuk mengenalkan anak pada berbagai hal. Bermain juga baik untuk perkembangan otak, saraf, dan otot anak.

"Anak mudah sekali menyerap pelajaran bermain. Selain itu, bermain dapat melatih kinerja otak anak," kata Group Head of Content Parentstory Noel Monique Renzita dalam webinar Tokopedia, Kamis (14/8).


Berikut manfaat bermain untuk anak:

1. Mengembangkan kinerja otak

2. Melatih perkembangan fisik anak

3. Merangsang rasa ingin tahu

4. Sarana bonding (pendekatan) anak dan orang tua

5. Sarana sosialisasi

6. Mengenal alam dan lingkungan sekitar.

Bermain juga dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan anak, mulai dari menanamkan nilai moral hingga kemampuan emosional.

Berikut kemampuan yang dikembangkan saat bermain:

1. Memahami moral dan nila-nilai

2. Bahasa

3. Kognitif

4. Motorik kasar

5. Motorik halus

6. Adaptasi

7. Sosial

8. Emosional

[foto]

Manfaat bermain bisa diperoleh dengan beberapa jenis permainan. Berikut jenis permainan yang bisa digunakan untuk tumbuh kembang anak.

1. Permainan fisik

Permainan fisik merupakan permainan yang melibatkan aktivitas fisik pada anak seperti bermain bola, berlari, dan petak umpet.

"Permainan ini melatih kekuatan fisik, otot, dan tulang anak," tutur Noel.

2. Bermain peran

Bermain peran merupakan permainan yang membuat anak belajar memainkan sebuah peran seperti menjadi seorang dokter, guru, kasir, dan sebagainya. Permainan ini membuat anak belajar mengarang dan mengolah imajinasi.

3. Bercerita

Membacakan cerita pada anak dapat membuat anak mengembangkan imajinasi dan pola pikir mereka. Anak dapat membayangkan berbagai hal yang baik untuk kecerdasan.

4. Bermain di luar ruangan

Anak juga mesti diajak bermain di luar ruangan untuk mengenalkan dunia luar secara langsung. Permainan ini juga menjadi sarana sosialisasi pada anak. Anak-anak juga butuh menghirup udara segar.

Di tengah pandemi, bermain di luar ruangan dapat dilakukan dengan memilih lokasi yang tidak ramai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

5. Permainan terbuka (open-ended toys)

Permainan terbuka merupakan permainan yang menuntut anak berkreasi sebebas mungkin tanpa ada aturan tertentu. Misalnya melukis, membuat kreasi dari tanah liat buatan atau polymer, dan membangun lego. Permainan ini dapat mengasah kreativitas anak.

6. Permainan tertutup (close-ended toys)

Permainan tertutup merupakan permainan yang memiliki tujuan dan aturan yang jelas seperti menyusun puzzle. Permainan ini dapat membuat anak mengasah kemampuan mencapai sebuah hasil yang diinginkan.

7. Permainan sensori

Permainan sensori merupakan jenis permainan yang melibatkan panca-indera anak seperti bermain dengan meraba, mencium, dan merasa. Permainan ini mengasah kemampuan panca-indera anak.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]