Ahli: Butuh Dua Dosis Vaksin untuk Cegah Covid-19

tim, CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 13:04 WIB
Para ahli memperkirakan butuh dua dosis vaksin agar dapat melawan virus penyebab Covid-19 ini. Para ahli memperkirakan butuh dua dosis vaksin agar dapat melawan virus penyebab Covid-19 ini.(iStockphoto/licsiren)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para ahli memperkirakan pekerjaan berat menanti saat pemberian vaksin untuk mencegah virus corona. Pasalnya, diperlukan dua dosis vaksin agar dapat melawan virus penyebab Covid-19 ini.

Dua dosis vaksin berarti memerlukan usaha ekstra untuk meyakinkan banyak orang mendapatkan vaksin. Selain itu, vaksin juga harus diberikan dua kali dalam jeda waktu tertentu.

Berdasarkan jajak pendapat CNN, 40 persen orang mengatakan tidak akan mendapatkan vaksin, meski diberikan secara gratis dan mudah didapatkan.


"Tidak diragukan lagi bahwa ini akan menjadi program vaksinasi terbesar dan paling rumit dalam sejarah manusia, dan itu akan membutuhkan upaya, tingkat kecanggihan, yang belum pernah kami coba sebelumnya," kata ahli kebijakan kesehatan masyarakat Vanderbilt University, Kelly Moore.

Hingga saat ini, vaksin masih dalam proses uji klinis skala besar. Dua perusahaan farmasi Moderna dan Pfizer telah memasuki uji klinis tahap 3 dengan total 30 ribu sukarelawan. Partisipan mendapatkan dua dosis vaksin. Moderna memberikan jeda waktu 28 hari, sedangkan Pfizer 21 hari.

Sementara itu, perusahaan farmasi AstraZeneca baru akan memulai uji coba tahap 3. Percobaan pada tahap 1 dan 2 menggunakan doa dosis dengan jarak 28 hari. Novavax yang masih dalam uji coba tahap 2 juga menggunakan dua dosis vaksin.

Sedangkan pada uji coba tahap 3 vaksin dari Johnson & Johnson, beberapa peserta mendapatkan satu dosis, sedang sebagian lagi menerima dua dosis vaksin corona. Sanofi belum mengumumkan pemberian dosis vaksin dalam uji coba mereka.

Dua dosis vaksin dengan rentang waktu membuat orang mesti mengingat tanggal pemberian vaksin. Besar kemungkinan mereka juga mesti merasakan efek samping dua kali.

Dua dosis vaksin dinilai sebagai dosis yang wajar. Sejumlah vaksin seperti cacar air, hepatitis A, herpes zoster (cacar ular) juga memerlukan dua dosis vaksin untuk mencegah penyakit tersebut. Beberapa vaksin bahkan membutuhkan dosis lebih banyak seperti vaksin DTaP untuk difteri, tetanus, dan pertusis.

Selain pemberian dosis vaksin dengan jangka waktu tertentu, Moore juga menyebut terdapat masalah lain seperti logistik. Membuat vaksin dan menyebarkannya ke seluruh dunia dinilai merupakan hal yang sulit.

"Saya yakin kami bisa melakukannya, tetapi itu permintaan besar dan kami harus bekerja dengan orang-orang untuk membuatnya berhasil," kata Moore.

Selain menyediakan vaksin, peralatan lain seperti jarum suntik dan botol juga harus terpenuhi.

"Ada banyak kelemahan di seluruh rantai pasokan ini, banyak. Jika kita tidak mengatasi ini sekarang, kemungkinan kegagalan sangat tinggi," kata profesor manajemen Northeastern University, Nada Sanders.

(ptj/chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK