Studi: Penderita Kanker Kolon Semakin Muda

tim, CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 07:10 WIB
Studi menunjukkan kasus kanker kolon seperti yang diderita oleh Chadwick Boseman meningkat pada orang dewasa muda. Ilustrasi: Studi menunjukkan kasus kanker kolon seperti yang diderita oleh Chadwick Boseman meningkat pada orang dewasa muda. (Foto: iStockphoto/Raycat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktor Hollywood Chadwick Boseman meninggal dunia pada Jumat malam di Amerika Serikat. Bintang yang terkenal memerankan Raja Wakanda, T'Challa ini mengembuskan napas terakhir pada usia 43 tahun karena mengidap kanker kolon. Boseman merupakan satu dari sejumlah kasus kanker kolon yang terjadi pada usia muda atau di bawah 50 tahun.

Studi menunjukkan kasus kanker kolon dan rektal meningkat pada orang dewasa muda, dengan usia rata-rata pasien yang didiagnosis semakin muda. Kanker kolon merupakan jenis kanker yang dimulai di usus besar. Sedangkan rektal dimulai pada rektum atau bagian pada usus besar yang terhubung dengan anus. Dua jenis kanker ini kerap disebut dengan kanker kolorektal.

Kanker merupakan jenis sel yang berkembang dalam waktu lama sehingga kerap dijumpai pada usia yang lebih tua. Namun, sejumlah faktor dapat mempercepat tumbuhnya kanker.


Laporan American Cancer Society menunjukkan kasus kanker kolorektal pada usia di bawah 50 tahun mulai menunjukkan peningkatan sejak 1990-an. Saat ini, setengah dari semua diagnosis kanker kolorektal terjadi pada usia di bawah 66 tahun.

Pada 1989, median usia orang yang didiagnosis kanker kolorektal adalah 72 tahun. Median ini terus menurun, hingga pada 2016 menjadi 66 tahun. Orang yang didiagnosis kanker kolorektal menurun pada usia 65 tahun ke atas, tetapi meningkat pada dewasa muda.

Dari 2012 hingga 2016, tingkat kejadian pada kelompok usia dewasa muda meningkat 2,2 persen setiap tahun. Sedangkan pada usia 50 hingga 64 tahun, peneliti menemukan kasus kanker kolorektal menurun sejak tahun 2000-an. Pada usia 65 tahun ke atas, kasus kanker kolorektal menurun 3,3 persen setiap tahun dari 2011 hingga 2016.

Selain kasus baru, jumlah kematian karena kanker kolorektal juga meningkat pada usia dewasa muda.

Analisis dari 2008-2017 menunjukkan tingkat kematian akibat kanker kolorektal turun 3 persen setiap tahun pada orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dan 0,6 persen setiap tahun pada orang dewasa berusia 50-64 tahun. Sebaliknya, kasus kematian pada dewasa muda di bawah 50 tahun melonjak 1,3 persen setiap tahunnya.

"Sebagian besar penurunan insiden pada orang dewasa usia lanjut adalah karena peningkatan skrining, tetapi penyebab peningkatan insiden pada kelompok usia yang lebih muda masih belum diketahui," kata peneliti American Cancer Society Rebecca Siegel, dikutip dari CNN.

Meski belum diketahui secara pasti, Siegel menyebut obesitas dan diet yang buruk mempengaruhi kesehatan usus.

"Diet memiliki pengaruh besar pada risiko kanker kolorektal dan ada banyak penelitian yang sedang dilakukan untuk melihat bagaimana berbagai hal yang kita konsumsi," ucap Siegel.

Analisis ini memprediksi sekitar 53.400 kematian karena kanker kolorektal pada 2020. Sekitar 7 persen diantaranya pada orang dewasa di bawah 50 tahun. Diperkirakan pada tahun ini terdapat 147 ribu kasus baru di AS, dengan 12 persen diantaranya berusia di bawah 50 tahun.

Untuk mencegah kanker kolon dan rektum, setiap orang berusia di atas 45 tahun dianjurkan untuk melakukan skrining. Kanker kolorektal merupakan salah satu kanker yang dapat dicegah dan dideteksi dini. Pola hidup sehat seperti tidak mengonsumsi fast food, banyak mengonsumsi buah dan sayur, menjaga berat badan seimbang, dan rutin berolahraga dapat mencegah kanker kolon.

(ptj/chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK