Bulan Kitab Suci Nasional Katolik: Sejarah dan Tema 2020

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 15:22 WIB
Pada Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2020, umat Katolik seyogianya diingatkan kembali bahwa akan selalu ada kabar baik di tengah situasi krisis. Pada Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2020, umat Katolik seyogianya diingatkan kembali bahwa akan selalu ada kabar baik di tengah situasi krisis.(morgueFile/Hondo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap bulan September, umat Katolik memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Umat Katolik dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri dengan kitab suci.

BKSN umumnya diisi dengan beragam kegiatan, baik dalam lingkup lingkungan, wilayah, paroki, biara, atau komunitas. Kegiatan umumnya meliputi renungan bersama, pendalaman kitab suci, lomba membaca kitab suci, dan pameran buku.

Mengutip berbagai sumber, sejarah BKSN bisa dilihat jauh ke belakang saat Konsili Vatikan II (1962-1965). Dei Verbum, salah satu dokumen yang dihasilkan, berbicara tentang kitab suci. Para bapa Konsili menganjurkan jalan masuk menuju kitab suci agar dibuka selebar-lebarnya untuk kaum beriman. Dari sana, muncul-lah ajakan untuk tekun membaca kitab suci.


Jalan masuk menuju kitab suci pun dibuka dengan menerjemahkan kitab suci dalam bahasa setempat. Di Indonesia, gereja Katolik bekerja sama dengan Lembaga Alkitab Indonesia untuk menerjemahkan kitab suci yang kini diakui Gereja Katolik maupun Gereja Protestan.

Meski sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, umat belum mulai membacanya. Lembaga Biblika Indonesia (LBI), salah satu lembaga milik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), mengerahkan sejumlah usaha agar umat mulai membaca kitab suci. Usaha ini dimulai dengan gagasan Hari Minggu Kitab Suci (HMKS) secara nasional, di mana setiap Minggu tertentu, keuskupan dan paroki didorong untuk menggelar ibadah khusus serta kegiatan seputar kitab suci.

Usaha kedua muncul pada 1975. Dalam rangka menyambut Alkitab lengkap ekumenis, LBI mendorong tiap paroki untuk mengadakan misa syukur pada Agustus. Ini berlangsung dua kali pada 1975 dan 1976. LBI memasok bahan-bahan liturgi sekaligus saran kegiatan.

Meski belum menghasilkan 'buah melimpah', kegiatan masih dilanjutkan. Pada sidang KWI di 1977, para uskup menetapkan ada Minggu tertentu sebagai HMKS yakni pada Minggu pertama di September.

Dalam perkembangannya, satu Minggu dirasa tidak cukup karena umat makin antusias dan kegiatan-kegiatan seputaran kitab suci tidak memungkinkan dilakukan dalam satu hari. Pada akhirnya, sepanjang September dijadikan Bulan Kitab Suci Nasional.

2020, Kabar Baik di Tengah Situasi Krisis

Tahun ini, BKSN mengambil tema 'Mewartakan Kabar Gembira dalam Krisis Iman dan Identitas'. Tema ini merupakan turunan dari tema besar 'Mewartakan Injil di Tengah Arus Zaman' yang ditetapkan saat Pertemuan Nasional LBI pada 2016 lalu. Tema besar ini dijabarkan jadi empat tema lain di empat tahun berikutnya.

Dalam buku pegangan BKSN 2020 terbitan LBI, krisis banyak dialami oleh umat Kristiani. Krisis bisa menyangkut iman dan identitas. Umat diajak untuk merenung dan belajar dari mereka yang telah mengalami krisis sebelumnya.

Dalam kitab suci perjanjian lama, umat Katolik diajak untuk belajar dari pengalaman orang Yahudi yang diangkut ke pembuangan di Babel. Kehidupan dalam pembuangan bukan-lah perkara mudah. Namun, dari sini, lahir nabi-nabi yang jadi pewarta kabar baik seperti Yehezkiel dan Yesaya.

Melompat ke Perjanjian Baru, kematian 'Rabbi' atau guru seperti sebuah akhir. Namun, Yesus benar-benar hadir memberikan energi baru untuk mereka yang pergi mewartakan kabar baik.

Lewat BKSN kali ini, umat Katolik seyogianya diingatkan bahwa akan selalu ada kabar baik di tengah krisis

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]